LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wakil Presiden AS dan calon presiden Demokrat Kamala Harris akan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu minggu ini di Gedung Putih selama kunjungannya ke AS, kata seorang asisten Harris pada hari Senin.
Harris tidak dapat memimpin pidato Netanyahu yang direncanakan di depan sidang gabungan Kongres pada hari Rabu karena dia akan bepergian ke Indianapolis untuk acara yang telah dijadwalkan sebelumnya, tambah asistennya.
Pidato Netanyahu akan dipimpin oleh Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Ben Cardin karena ketidakhadiran Harris.
Pertemuan Harris dengan Netanyahu terpisah dari pertemuan yang diharapkan dengan Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden yang mengundurkan diri sebagai calon untuk pemilihan 2024 dan mendukung Harris, kata asistennya. Biden sedang memulihkan diri dari COVID.
Politico melaporkan bahwa Netanyahu juga meminta pertemuan langsung dengan calon presiden Republik Donald Trump, tetapi mantan presiden tersebut belum menyetujui.
Asisten Harris menegaskan kembali dukungannya untuk Israel dan mengatakan dia akan menyampaikan kekhawatiran kepada Netanyahu mengenai situasi kemanusiaan di Gaza, di mana serangan Israel telah menewaskan lebih dari 39.000 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan Gaza, meratakan hampir seluruh wilayah, menyebabkan krisis kelaparan dan mengungsikan hampir seluruh populasi 2,3 juta orang.
Serangan Israel terjadi setelah serangan 7 Oktober oleh kelompok milisi Palestina Hamas yang menewaskan 1.200 orang dengan sekitar 250 orang ditawan sebagai sandera, menurut perhitungan Israel.
Harris akan membahas upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, tambah asistennya.
Biden pada akhir Mei merincikan proposal tiga tahap untuk gencatan senjata, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, penarikan Israel dari Gaza dan pembangunan kembali wilayah pesisir tersebut. Upaya gencatan senjata terus berlanjut.
Washington menghadapi kritik dan protes baik di dalam negeri maupun internasional dari para pembela hak asasi manusia atas dukungannya terhadap Israel. Kantor jaksa Pengadilan Pidana Internasional baru-baru ini meminta surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang. Israel juga menghadapi tuduhan genosida yang dibantahnya.
(lam)