LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ahli bedah ortopedi asal Amerika, Mark Perlmutter yang menjadi relawan di Gaza bersaksi melihat dan merawat banyak anak dengan luka tembak di kepala atau jantung.
“Orang mungkin berargumen bahwa anak-anak bisa saja terluka secara tidak sengaja dalam sebuah ledakan.. luka tembak di kepala adalah masalah yang sama sekali berbeda,” kata Perlmutter dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Amerika CBS News baru-baru ini.
Ia mengatakan belum pernah melihat “pembantaian sebesar ini” terhadap warga sipil selama 30 tahun bekerja di lapangan.
"Korban sipil hampir seluruhnya adalah anak-anak, sering kali menderita luka tembak akibat penembak jitu. Saya punya anak-anak yang ditembak dua kali,” kata Perlmutter, melansir
The Arab News, Kamis (25/7/2024).
Baca juga:
Putri Dubai Ceraikan Suami Lewat Unggahan Instagram: Jaga diri. Mantan istrimuKepada presenter Tracy Smith, Perlmutter menegaskan anak-anak di Gaza ditembak oleh penembak jitu.
“Tunggu, maksud Anda anak-anak di Gaza ditembak oleh penembak jitu?” tanya Tracy Smith.
"Pastinya," jawab Perlmutter.
“Saya punya dua anak yang fotonya diambil dengan sangat sempurna di bagian dada sehingga saya tidak bisa meletakkan stetoskop di jantung mereka dengan lebih akurat, dan langsung di sisi kepala pada anak yang sama. Tidak ada balita yang tertembak dua kali oleh anak yang sama, kesalahan oleh 'penembak jitu terbaik di dunia. Dan tembakannya tepat sasaran." lanjut Perlmutter.
Kesaksian dokter tersebut menguatkan banyak laporan saksi mata dari warga Palestina yang mengaku melihat tetangga dan kerabat mereka ditembak di jalan oleh penembak jitu Israel.
Namun pernyataan tersebut bertentangan dengan klaim tentara Israel yang mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko merugikan warga sipil. Dan hal tersebut berada dalam batas-batas hukum internasional.
Genosida Israel telah menewaskan sekitar 39.000 warga Palestina, di mana 16.000 di antaranya adalah anak-anak, dan melukai 90.000 lainnya sejak Oktober lalu
(ori)