LANGIT7.ID - Bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia. Diperkirakan 2000-3000 kosakata dalam bahasa Arab diserap ke dalam bahasa Indonesia.
Pakar sejarah Melayu asal Rusia, Prof. Dr. Tatiana Denisova, pernah menjelaskan, kosakata melayu yang berasal dari bahasa Arab berjumlah 40 persen. Sementara bahasa Indonesia merupakan salah satu tipe rumpun bahasa Melayu.
Ada banyak contoh istilah populer yang berasal dari bahasa Arab, seperti kata abad, abadi, abah, abdi, adat, adil, amal, aljabar, almanac, asli, awal, akhir, hikmah, kuliah, kursi, kertas, lafaz, mistar, musibah, mimbar, napas, dan masih banyak lagi. Sebagian kata-kata Arab itu masih utuh dalam arti yang sesuai lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi berubah.
Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 1993 menerbitkan buku berjudul ‘Penelitian Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia’. Penelitian itu cukup serius mengkaji aspek interaksi bahasa Arab dengan bahasa Indonesia.
Beberapa hal yang menjadi objek penelitian adalah kosakata yang diserap secara penuh dari bahasa Arab, kosakata yang menyesuaikan fonem, penyesuaian lafadz, dan aspek penyimpanan pola penyerapan.
Penelitian itu menemukan, penyerapan bahasa Arab ke bahasa Indonesia mengalami beberapa proses yakni penyesuaian fonem dan penyesuain lafadz. Ada beberapa fonem yang sama dari kedua bahasa ini, sehingga dapat disimpulkan penyerapan bahasa Arab ke bahasa Indonesia mengalami penyesuaian-penyesuaian.
Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Bangil, Dr (Cand) Ahmad Kholili Hasib, mengatakan, melalui pengenalan istilah-istilah dalam bentuk kosakata baru dari bahasa Arab, maka terjadi internalisasi pandangan hidup Islam ke dalam pikiran bangsa Indonesia.
“Masuknya suatu istilah dasar berarti masuknya suatu pemikiran dan keyakinan. Karena setiap peristilahan dasar mengandungkan satu pemikiran, ide, gagasan, dan keyakinan tertentu,” kata Kholili melalui akun facebook-nya, Kamis (9/9/2021).
Penyebar agama Islam ke Melayu-Nusantara merupakan orang-orang yang hebat dari segi intelektual dan spiritual. Maka, terjadi internalisasi kebudayaan intelektual ke dalam bangsa Indonesia. Media internalisasi itu melalui bahasa.
“Transfer budaya rasional, intelektual, dan kekuatan spiritual bangsa Indonesia perlu diakui berasal dari penutur bahasa Arab asli, yang datang dari jazirah Arab, untuk menyebarkan agama Islam,” kata Kholili.
(jqf)