LANGIT7.ID-, Jakarta- - OYO berencana menambah lebih banyak hotel syariah di Malaysia, sejalan dengan program Jaminan Keramahan Muslim (MFAR) yang digagas pemerintah.
Perusahaan teknologi perhotelan global ini akan memiliki 50 hotel syariah di seluruh negeri tahun ini, dan menargetkan 200 hotel ramah Muslim pada 2028.
OYO baru-baru ini meluncurkan hotel syariah pertamanya di Sepang untuk memulai program ini. Sebagian besar hotel ini akan berada di negara bagian seperti Kelantan, Terengganu, Kedah, dan Perlis.
Program MFAR, yang diprakarsai oleh Pusat Pariwisata Islam, bertujuan menjadikan Malaysia sebagai 'Pusat Umrah' regional. Program ini bertujuan menyediakan pilihan akomodasi yang ramah dan peka budaya bagi wisatawan Muslim, mendukung pertumbuhan pariwisata Islam di Malaysia.
Hotel syariah OYO akan mematuhi prinsip-prinsip Islam, memastikan fasilitas dan layanan sesuai dengan hukum agama di dalam lingkungan hotel.
Akshay Rathod, Country Head OYO Malaysia, mengatakan hotel syariah ini menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk bermitra dengan pemerintah dalam inisiatif promosi pariwisata utama di sini.
"OYO bekerja sama erat dengan mitra hotel untuk menerapkan dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah di properti yang ditunjuk. Kami telah meluncurkan program serupa di Indonesia dan akan memanfaatkan wawasan berharga tersebut untuk meningkatkan dan menyempurnakan penawaran kami di Malaysia," tambah Akshay.
Pemerintah Malaysia telah secara aktif mempromosikan pariwisata Islam sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendorong pariwisata. Pemerintah mempromosikan atraksi dan situs warisan Islam, seperti Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Shah Alam, Museum Seni Islam Malaysia di Kuala Lumpur, dan Masjid Kapitan Keling di Penang.
Malaysia mengharapkan lebih dari 1,5 juta wisatawan Muslim pada 2024 setelah melonggarkan kebijakan visa bagi wisatawan dari India dan Tiongkok. Negara ini juga sedang mempersiapkan Tahun Kunjungan Malaysia 2026.
Menurut Laporan Situasi Ekonomi Islam Dunia 2019, nilai perjalanan ramah Muslim diperkirakan mencapai US$189 miliar pada 2018 dan diperkirakan akan mencapai US$274 miliar pada 2024.
Posisi terdepan Malaysia dalam melayani wisatawan Muslim kembali ditegaskan pada 2023 ketika negara ini meraih posisi teratas dalam Indeks Perjalanan Muslim Global untuk tahun kedelapan berturut-turut.
(lam)