LANGIT7.ID, Jakarta - Jhody Bejo dikenal sebagai pembawa acara yang serba bisa dan bergaya rock n roll. Berduet dengan Edwin Bejo, mereka berdua menamakan dirinya menjadi Superbejo.
Host veteran yang bernama asli Didi Sumantri itu, kini berhijrah. Ia pun sungguh-sungguh, dalam prosesnya hingga menularkan ke sahabat terdekatnya Edwin Bejo.
Hal ini terlihat dari unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya @jhodybejo (8/9). Dimana mereka mengumumkan bahwa Super Bejo is Back, yang dapat diartikan kembali duet bersama tapi dengan nuansa yang berbeda, nuansa hijrah.
Komitmen Jhody berhijrah tidak diragukan lagi, terlihat ketika ia memutuskan untuk meninggalkan semua yang berkaitan bunga.
Cerita ini bermula saat ia menjalankan ibadah umrah pada tahun 2019. Jhody mengungkapkan saat itu ia bermunajat di depan Kabah, agar hidupnya bisa lebih tenang lagi.
Dikutip dari unggahan di Chanel YouTube VDVC Talk, dengan sub Talkshow tvOne. Ia menuturkan, "Ya Allah, hidup saya kok masih pelik yah, saya mau hidup tenang, saya mohon ya Allah."
Selepas pulang dari umroh, Jhody mantap menjual rumah dan mobil karena keduanya masih status utang dan dicicil.
"Setelah sholat subuh saya bilang ke jamaah lain, namanya Bang Bimo, saya mau jual rumah, jual murah aja, yang penting harganya bisa tutup KPR. Lalu pada hari yang sama, jam 08.30 saya di WhatsApp, jam 09.30 deal harga," tuturnya.
"Setelah itu juga saya jual mobil karena masih ada angsuran, dan terjual cepat juga." Imbuhnya.
Nikmatnya hidup tanpa riba dirasakan betul oleh Jhody dan keluarga. Hidupnya pun jadi lebih tenang karena tidak memikirkan cicilan.
"Mau tidur jam berapa aja cuy, aman nyaman. Besoknya bangun ah nggak ada ini lagi (cicilan). Insya Allah tanpa riba itu luar biasa," kata Jhody.
Setelah itu ia hanya mengontrak rumah dan tak punya mobil. Tidak butuh waktu lama .Allah menggantikan rejeki seleb yg memiliki 6 anak ini.
"Sepekan sebelum Ramadhan, saya ditanya, melalui pesan singkat oleh seseorang (tidak mau disebutkan). Masih suka isi kajian ngga? Masih, saya jawab," tutur Jodhy.
"Kemudian besoknya orang tersebut datang dengan mobil plus surat-suratnya dan uang tambahan untuk mengurus pajaknya yang sudah habis." Subhanallah decak kagumnya.
Namun, Ia tak mau berpuas diri. Jhody masih merasa telah banyak berbuat dosa dan kedzaliman. Terlebih jika melihat masa lalu nya yang sangat kelam.
Maka dari itu, Jhody sering berdoa setelah selesai sholat, seperti ini doanya:
"Sesungguhnya aku telah berbuat dzalim, dzalim yang tidak terkira, hanya engkau yang sanggup memaafkanku, tolong bukakan pintu maaf-Mu, dan matikan aku dalam keadaan bertauhid. Saya ngga tahu kapan dipanggil, tapi saya ingin mati dalam kalimat tauhid. Ya Rabb ringankan hisabku, terlalu banyak dosaku ini."
(arp)