LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam kunjungan bersejarah ke Jakarta, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tak henti memuji keunggulan program manasik haji Indonesia. Badar As Sulamy, Supervisor Utama Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, mengungkapkan kekagumannya atas inovasi yang diterapkan Kementerian Agama RI dalam mempersiapkan jemaah haji.
"Indonesia memukau kami dengan manajemen manasik haji yang luar biasa," ujar Badar. "Dengan jumlah jemaah terbesar dan wilayah yang begitu luas, Indonesia berhasil menciptakan sistem pembekalan yang efektif dan efisien."
Kunjungan delegasi Saudi ini bukan sekadar formalitas. Mereka datang untuk belajar dan mengadopsi praktik terbaik Indonesia dalam pembinaan jemaah haji. Hilman Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, menyambut antusias minat Saudi ini.
"Kami senang berbagi pengalaman," kata Hilman. "Inovasi kami seperti buku panduan khusus lansia dan senam haji telah terbukti meningkatkan kesiapan jemaah."
Arsad Hidayat, Direktur Bina Haji, mengungkap rahasia di balik kesuksesan program manasik Indonesia. "Kunci utamanya adalah kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat," jelasnya. "Kami juga menerapkan sistem berjenjang yang memastikan setiap jemaah mendapat bimbingan optimal."
Inovasi terbaru yang mencuri perhatian adalah 'Senam Haji Indonesia'. "Ini bukan sekadar olahraga," Arsad menegaskan. "Senam ini dirancang khusus untuk meningkatkan stamina dan fokus jemaah selama ibadah."
Keberhasilan Indonesia mengelola manasik haji untuk jutaan jemaah kini menjadi model yang ingin ditiru negara lain. Saudi berharap dapat mengadaptasi sistem Indonesia untuk jamaah dari berbagai negara.
"Kami melihat potensi besar untuk menerapkan metode Indonesia secara global," Badar menambahkan. "Ini bisa menjadi standar baru dalam persiapan haji internasional."
Dengan pengakuan ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi penyelenggaraan haji. Kemenag RI terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan, membuktikan bahwa negara dengan jemaah terbanyak juga bisa menjadi yang terdepan dalam kualitas pembinaan. (kemenag).
(lam)