Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Dalam Sehari, Empat Tahap Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air

Muhajirin Jum'at, 10 September 2021 - 20:30 WIB
Dalam Sehari, Empat Tahap Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air
vaksin Pfizer berjumlah 639.990 dosis berupa vaksin jadi tiba pukul 09:15 WIB di Jakarta pada Jumat (10/9/2021) (foto: kominfo.go.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan, Indonesia kedatangan vaksin empat tahap sekaligus yakni ke-52, 53, 54, dan 55. Vaksin tersebut terdiri dari berbagai merk berbeda.

Pertama, vaksin Pfizer berjumlah 639.990 dosis berupa vaksin jadi yang tiba pukul 09:15 WIB. Kedua, kedatangan tahap ke-53 berupa 2.079.000 dosis CoronaVac. Ketiga, vaksin AstraZeneca dengan jumlah 615.000 dosis yang merupakan vaksin jadi, tiba pukul 10:10 WIB.

Keempat, tahap ke-55 berupa vaksin AstraZeneca dalam bentuk jadi berjumlah 358.700 dosis yang merupakan hibah dari Pemerintah Perancis. Bantuan tersebut melalui mekanisme COVAX. Kedatangan vaksin hibah dari Pemerintah Perancis ini merupakan tahap pertama dukungan kerja sama dose-sharing dari total komitmen 3 juta dosis.

Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19

Jika dihitung dari titik ketibaan, kata Retno, hingga kedatangan tahap ke-55, maka jumlah vaksin yang tiba di tanah air hingga saat ini sejumlah 229.615.290 dosis vaksin, baik dalam bentuk bulk maupun yang telah jadi.

Retno menyebutkan, saat ini masih terjadi ketimpangan distribusi vaksin di seluruh dunia. Dia memaparkan, 5,5 miliar dosis vaksin telah disuntikkan. Sebanyak 80 persen di antaranya di negara berpendapatan menengah dan tinggi.

WHO menargetkan 10% populasi setiap negara telah divaksinasi hingga akhir September 2021. Retno menilai target WHO ini bisa dicapai oleh negara berpenghasilan tinggi. Sedangkan untuk negara berpendapatan rendah, belum ada yang mencapai target 10 persen.

Retno mengutip penelitian The Economist yang menyebutkan, tanpa redistribusi surplus vaksin dari negara maju 1 sampai 2, 8 juta bisa melayang. Maka itu, kata dia, doses sharing akan menjadi penting. Dirjen WHO mengharapkan komitmen dose sharing segera dipenuhi paling lambat akhir September 2021.

COVAC pun mengeluarkan pernyataan serupa bahwa dose sharing dapat dilakukan dalam skala lebih besar. “Target COVAC untuk menyalurkan 2 miliar dosis pada akhir 2021 menghadapi kendala. Termasuk larangan ekspor, kelangkaan pasokan dibanding permintaan, dan keterlambatan regulatory approval," ujar Retno melalui keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021).

Retno mengingatkan, masih banyak tantangan yang harus dilalui sebelum wabah Covid-19 redah. Dia memastikan mesin diplomasi Indonesia akan terus bergerak dengan kecepatan penuh agar kebutuhan vaksin nasional dapat terpenuhi.

"Dukungan rakyat Indonesia dengan melakukan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan sangat diperlukan. Ayo vaksinasi, dan kita jalankan protokol kesehatan. Insya Allah dengan ikhtiar kita semua dan kerja keras bersama, kedisiplinan, dan persatuan kita dapat keluar dari pandemi," kata Retno.

Baca Juga: Dikembangkan Inggris, Vaksin Cacar Pertama Kali Diciptakan Turki Utsmani

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)