LANGIT7.ID - Sebagian besar orang mungkin mengawali hari dengan secangkir kopi panas. Aroma kopi yang baru diseduh sudah cukup membangkitkan mood bahagia apalagi menyeruputnya.
Cuma, kopi seperti juga makanan lain memiliki kelebihan dan kekurangan. Banyak studi khusus tentang kopi yang telah mengungkap dan membuktikan manfaat minuman satu ini. Tapi bagi sebagian orang pula kopi memberi efek samping.
Kopi memang kaya dengan antioksidan, demikian ahli gizi Rashi Chowdhary dilansir dari laman
Indian Express, Jumat (10/9/2021). Kopi pun bekerja baik untuk meningkatkan kadar energi seseorang yang sedang butuh stimulus untuk fokus.
"Sejumlah 250 mg dianggap baik untuk kesehatan kardiovaskular ," ujarnya,
Meski demikian, Chowdhary juga mengingatkan, setiap orang memiliki ambang batas asupan kopi yang berbeda. Sebagian orang asih baik-baik saja dan aman ketika mengonsumsi 400 mg kafein.
"Namun jika ia merasa gelisah atau gugup, mudah tersinggung, atau mengalami detak jantung yang meningkat, itu mungkin menunjukkan bahwa toleransi terhadap kafein berada di sisi yang lebih rendah (dibanding orang kebanyakan)" ujar Chowdary.
Tubuh memiliki mekanisme alami memberi sinyal saat asupan kafein berlebih. Sebaiknya jangan diabaikan.
Untuk menghindari efek samping ini, Chowdary menyarankan menguranginya menjadi 200 mg. Saran yang sama berlaku untuk perempuan yang mencoba hamil atau sedang hamil.
Juga terkait waktu minum. Hindari setidaknya empat sampai enam jam sebelum tidur agar melatonin bisa bekerja maksimal dan membantu untuk mendapatkan istirahat malam dengan baik.
"Kemudian bila Anda sedang menjalani pengobatan yang mengandung zat efedrin, teofilin, atau echinacea, maka perhatikan asupan kafein karena obat dan suplemen ini dapat berinteraksi dengan kafein dan meningkatkan efek samping seperti jantung berdebar dan mual," kata Chowdary.
Omong-omong, sudah berapa cangkir kopi hari ini?
(arp)