LANGIT7.ID-, Jakarta- - Tiga bersaudara Marissa Haque, Soraya Haque, dan Shahnaz Haque merupakan sosok yang menginspirasi banyak orang. Mereka dinilai begitu menjunjung tinggi intelektualitas. Konon, didikan orangtua yang memberi pengaruh besar terhadap karakter masing-masing.
Kedua orangtua dari The Haque Sisters -sebutan untuk tiga bersaudara Haque- adalah Allen Haque dan Mieke Soeharijah.
Sang ayah, Allen Haque memiliki keturunan India, Belanda, dan Prancis namun terlahir sebagai WNI. Sedangkan sang ibu, R.Ay Mieke Soeharijah asli Indonesia yang berasal dari Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kedua orang tua Marissa Haque, Allen Haque dan R.Ay Mieke SoeharijahHal ini pernah disinggung langsung oleh Marissa di salah satu unggahan Instagram-nya pada 28 Mei 2021 silam.
Allen sendiri adalah anak pasangan Siradjul Haque dan Charlotte Louise Poittier. Siradjul merupakan orang India Muslim terkemuka di Batavia era 1930-an, sedangkan Charlotte mantan biarawati Katolik di Prancis.
Sang kakek Siradjul juga menjadi salah satu orang India yang mendukung kemerdekaan Republik Indonesia.
Berasal dari keluarga yang multikultur memberi banyak warna dalam kehidupan keluarga Haque. Soraya mengakui bahwa perpaduan lintas budaya itulah yang memungkinkan terbentuknya pola pikir dalam keluarga menjadi lebih demokratis.
“Demokratisasi ini dibangun dalam rumah tangga kedua orangtua kami, dan itu yang mempengaruhi kami bertiga (Marissa, Soraya dan Shahnaz) punya warna berbeda,” kata Soraya kepada Langit7.
Selain itu, Aya sapaan akrab Soraya menambahkan soal parenting yang dibangun kedua orangtuanya adalah, tidak ada doktrin apapun yang dipaksakan kepada anak.
“Ayah ibu membebaskan sepenuhnya apa yang menjadi keinginan masing-masing anaknya,” ungkap mantan model yang kini berprofesi sebagai Dosen Komunikasi di Univesitas Indonesia.
Baca juga:
Muncul Ide Kisah Romantisme Marissa Haque-Ikang Fawzi Dijadikan FilmTermasuk soal pendidikan, kedua orangtua memberi kebebasan sang anak untuk memilih. Dan terbukti kini masing-masing dari The Haque Sisters memiliki karakter yang kuat baik dari sisi intelektualitas maupun religi.
“Mungkin karena basic kakek, Opa Siradjul seorang diploma India Muslim yang membela Indonesia jaman kemerdekaan. Banyak triger dari keluarga dengan riwayat pendidikan (yang mumpuni), serta latar belakang ‘pejuang’, memberikan kami gambaran perjuangan di masa lalu yang akhirnya juga membentuk kami seperti ini,” tuturnya.
Bagi Aya sang ayah telah menularkan “fighting spirit” yang besar dan kuat dalam meraih sesuatu. Beliau mencontohkan kejujuran dalam menjalankan pekerjaan, tidak manipulatif, dan tidak memanfaatkan situasi.
“Kemudian dari ibu saya sepertinya tercermin dari saya dan Icha, karena sampai menutup mata beliau masih menikmati sekolah," kenang Aya.
(ori)