LANGIT7.ID - Driver online atau kurir ekspedisi barang saat ini menjadi profesi cukup menjanjikan, terlebih dimasa pandemi seperti ini. Permintaan jasa layanan kirim dan antar meningkaat saat mobilitas masyarakat menurun.
Namun bagi Sahabat Langit7 yang kini menjalani profesi tersebut perlu lebih berhati-hati menjaga kesehatan. Pasalnya beberapa penyakit yang mengincar jika terlalu lama berkendara. Berikut diantaranya
1- Penyakit Nyeri Sendi, Sakit Punggung dan PinggangSetiap orang pasti memiliki daya tahan tubuh yang berbeda-beda. Hal yang cukup jamak dialami saat lama berkendara yakni mengalami nyeri sendi dan sakit punggung akibat duduk dalam waktu lama.
Duduk setiap hari di jok belakang kemudi dengan berbagai getaran, bila diabaikan bukan tidak mungkin mengalami sakit punggung kronis. Sakit punggung atau sakit pinggang ini bisa juga disebabkan karena kurang minum.
Untuk mengatasinya, pastikan posisi duduk ketika mengemudi sudah senyaman mungkin. Sesuaikan jarak antara tempat duduk dan kemudi, kemudian juga paha nyaman dengan sudut lutut lebih selonjor.
Jadi, jika mengalami sakit badan kronis akibat mengemudi terlalu lama, terutama di bagian punggung dan pinggang, perlu beristirahat sejenak selama proses penyembuhan agar lebih cepat bugar.
Ini berlaku pula bagi yang mengendarai motor. Jangan paksakan bila tubuh memang membutuhkan istirahat. Sangat dianjurkan untuk menepi sejenak dan merenggangkan tubuh, paling tidak sampai otot kembali rileks.
2- Kurang TidurGejala yang bisa mengincar banyak kurir dan driver adalah susah tidur atau bahkan insomnia. Tingkat kebugaran tubuh pun menurun kualitas tidur dan istirahat yang buruk.
Saat tubuh sudah sangat lelah, bukan tidak mungkin rasa kantuk tiba-tiba saja datang menyerang. Microsleep yang hanya beberapa detik ini menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi di jalan raya.
Ini berlaku baik itu bagi kendaraan motor atau mobil. Pengemudi bisa saja tiba-tiba terlelap sesaat saat mengemudi karena kurang tidur.
3- Mudah LelahSituasi mengemudi dalam waktu yang cukup lama akan menimbulkan kelelahan dan tekanan. Terlebih, bila mengemudi di jalan dalam kondisi lalu lintas macet ditambah dengan kebosanan.
Bagi sebagian orang, akan mudah mengalami kelelahan berkaitan dengan beberapa kondisi seperti tidur yang tidak memadai dan aktivitas jantung yang lemah.
4- Kegemukan dan Penyakit JantungKegemukan bisa saja terjadi jika pekerjaan yang menuntut untuk mengemudi dalam jangka waktu yang lama. Para pengemudi truk atau bus rata-rata memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.
Fisik seperti itu diakibatkan jarang melakukan olah raga atau perenggangan.
Dikutip dari The Sun, para ilmuwan dari Australian Catholic University’s Institute for Health and Ageing di Sydney, New South Wales menyebutkan, mengemudi lebih dari satu jam per hari bisa menambah bobot tubuh 2,3 kg lebih berat dari mereka yang hanya menghabiskan kurang dari 15 menit di dalam mobil setiap harinya.
Kegemukan ini berpotensi menambah masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes.
5- Tekanan Darah TinggiSemakin banyak waktu yang dihabiskan di jalan raya tanpa banyak melakukan gerakan, memperlambat peredaran darah di tubuh.
Belum lagi ditambah faktor lain seperti beban pikiran namun harus tetap waspada saat mengemudi, meningkatkan kadar stress.
Stres berlebih ditambah gaya hidup yang kurang sehat dari pola makan menyebabkan tekanan darah tinggi.
Penyakit akibat tekanan darah tinggi karena menyetir terlalu lama ini patut diwaspadai, karena bisa menjadi penyebab sakit jantung atau stroke.
Tips untuk para driverCobalah upayakan berolahraga sekitar 15 atau 30 menit setiap hari. Dengan berolahraga ringan jantung akan berdetak dan memompa lebih cepat.
Olah raga ini bukan hanya akan membantu menurunkan berat badan, tetapi akan membuat seseorang merasa bugar dan tak mudah lelah.
Berolahraga akan dapat membuang beberapa endorfin yang sangat dibutuhkan dalam tubuh, meningkatkan rentang kebugaran. Bila tidak punya banyak waktu, cukup lakukan senam-senam ringan saat beristirahat.
Cara ini paling tidak meregangkan otot yang kaku dan bisa mengurangi kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular atau jantung.
Jangan lupa rutin minum air putih lebih banyak seperti yang disarankan oleh para ahli medis, disarankan minimal 2,5 liter.
Untuk tekanan darah tinggi yang berkaitan dengan stres, ada baiknya melakukan kegiatan meditasi dan relaksasi pikiran. Kegiatan ini terbukti dapat mengurangi stres saat di jalan raya.
(arp)