LANGIT7.ID-, Jakarta- - Konsep sekolah unggulan di era kepemimpinan Prabowo Subianto mendapat sorotan setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membuka secara detail rencana implementasinya. Program yang mendapat kucuran dana Rp 4 triliun dari APBN ini diklaim membawa pendekatan berbeda dari RSBI/SBI yang telah dibubarkan MK pada 2013.
Dalam pemaparannya di Gedung A Kemendikbud Jakarta, Rabu (23/10/2024), Mu'ti mengungkap sejumlah terobosan yang akan diterapkan dalam program sekolah unggulan terintegrasi ini.
Baca juga:
Mantap! Gaji Guru Naik 2025, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut Anggaran Sudah Siap"Kita memiliki banyak sekolah dengan standar internasional, namun yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian antara biaya dan kualitas. Kami ingin memastikan bahwa standar kualitas benar-benar terjamin, bukan hanya label internasional," ujar Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dikutip Jumat (25/10/2024).
Transformasi Pendidikan Berbasis BakatMu'ti menegaskan bahwa sekolah unggulan era Prabowo akan fokus pada pengembangan bakat istimewa siswa dalam tiga bidang utama: akademik, seni, dan olahraga. Pendekatan ini berbeda dengan konsep RSBI/SBI yang lebih menekankan pada standar internasional secara umum.
"Sesuai mandat undang-undang, setiap anak berbakat memiliki hak untuk mengembangkan potensinya secara maksimal. Program ini akan memberi ruang bagi mereka yang memiliki keunggulan di bidang akademik, olahraga, maupun seni untuk berkembang optimal," ujar dia.
Kolaborasi MultisektorKemendikdasmen tidak akan bekerja sendiri dalam mengimplementasikan program ini. Mu'ti mengungkapkan telah membuka pembicaraan dengan berbagai pihak, termasuk PSSI yang dipimpin Erick Thohir untuk pengembangan bakat sepak bola.
"Kami telah melakukan diskusi intensif dengan PSSI untuk mengintegrasikan program pembinaan bakat sepak bola ke dalam sistem pendidikan. Ini adalah langkah awal menuju kolaborasi yang lebih luas," (Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah).
Landasan Hukum dan Implementasi
Menteri mengungkapkan bahwa program ini akan berpijak pada regulasi yang telah ada mengenai pembinaan anak berbakat. Seluruh peraturan terkait akan dikaji untuk memastikan implementasi optimal menuju Indonesia Emas 2045.
"Saat ini kami sedang melakukan kajian mendalam untuk memastikan format yang paling efektif dalam implementasi program ini," ujar dia.
Strategi Pengembangan
Mu'ti juga membuka kemungkinan kolaborasi dengan sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada, baik negeri maupun swasta. Pendekatan ini diyakini dapat mempercepat pencapaian target program sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Format Implementasi
Saat ini, Kemendikdasmen tengah merancang detail implementasi untuk setiap bidang pengembangan. Khusus untuk program sepak bola, pembicaraan dengan PSSI akan dilanjutkan untuk menentukan format kerjasama yang paling efektif.
(lam)