LANGIT7.ID - Teknologi hanyalah sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia menuju tuhannya. Kebutuhan manusia akan selalu ada, sementara teknologi terus berganti. Teknologi datang dan pergi, tetapi akan memberikan kemudahan dari waktu ke waktu.
Karena itu, sepatatutnya teknologi dijadikan semagai alat untuk memudahkan manusia termasuk bagaimana lebih dekat dengan Tuhan-nya. Bukan sebaliknya. "Semuanya dapat dioptimalisasi untuk beribadah kepada Allah. Sehingga yang dibutuhkan saat ini bukanlah bekerja keras sebagai buruh, namun bekerja cerdas sebagai manajer (khalifah di bumi Allah)," kata praktisi dari IPB University Prof Kundang Boro Seminar dalam kajian stadium generale yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (Itera).
Kundang Boro mengajarkan prinsip yang harus dimiliki seseorang, yakni berpikir kritis dan kreatif, bekerja cerdas dan presisi, serta berakhlak mulia dan profesional. Menurut dia, berkembangnya teknologi meniscayakan beragam kemudahan dalam pekerjaan manusia, termasuk dalam bidang pertanian sebagai sektor pemenuhan pangan masyarakat.
Kundang Boro mengatakan, pengadaan teknologi bukanlah sebagai penghambat lapangan pekerjaan. Teknologi justru menjadi sarana untuk memanusiakan manusia di berbagai bidang dalam kehidupannya. "Teknologi dapat menyelamatkan manusia dari kelelahan, sehingga produktivitasnya meningkat," ujar guru besar IPB University ini ada kegiatan yang mengangkat tema Pertanian Presisi di Era Industri 4.0.
Kundang Boro mengejawantahkan ilmu komputer di bidang pertanian dengan memulai pengembangan riset penerapan teknologi komputer. Dimulai dari penyortiran (sorting) produk pertanian, pengendalian mikroklimat seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya pada rumah tanaman (green house), rumah hewan (animal house), serta prediksi dan analisis kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman tertentu di suatu wilayah tertentu.
Kudang memulai pendidikan di tingkat jenjang S1 jurusan Mekanisasi Pertanian di IPB dan lulus pada tahun 1979. Dia melanjutkan program Master Ilmu Komputer di University of New Brunswick, Kanada.
Pendidikan S3-nya ditempuh di University of New Brunswick, Kanada, bidang Ilmu Komputer. Namun dia terus menelaah penerapan ilmu komputer untuk pertanian. Terlebih lagi home base tugasnya di IPB fokus di bidang pertanian. Pada tahun 1993, dia menyelesaikan studi dari Kanada. Setelah pulang dari Kanada dia meyakinkan Rektor IPB periode 1987-1996, Prof Sitanala Arsjad. Ternyata ilmunya dari Kanada diperlukan untuk keilmuan di IPB. *
Sumber: Antaranews.com(jak)