LANGIT7.ID, Jakarta - Raksasa sosial media Facebook mengungkap proyek konstruksi kabel internet kabel bawah laut yang akan menghubungkan Indonesia dengan negara Asia Pasifik lain.
"Keuntungan proyek ini ada dua yaitu konektivitas dan imbas perekonomian. Kabel bawah laut meningkatkan kapasitas internet internasional di seluruh Indonesia. penghubung langsung dari Jakarta ke beberapa negara Asia Pasifik," ujar
Head of Connectivity & Access Policy, Facebook APAC, Tom C. Varghese .
Tom memaparkan proyek itu dalam
TECH CONFERENCE 2021 "Future 5G, Global Connectivity, Cloud Computing & Internet Of Things" seperti diunggah dalam kanal YouTube, CNBC Indonesia, Rabu, ((15/9/2021).
Proyek kabel internet bawah laut ini dibuat untuk mendukung infrastruktur dan sebagai penghubung dengan negara lain.
Ke depan, kabel bawah laut ini akan membantu juga mengurangi ongkos penyedia layanan internet lokal agar tetap terhubung dengan banyak negara.
Facebook tidak sendirian. Perusahaan bermarkas di California AS akan menggandeng operator telekomunikasi domestik hingga global.
Awal 2021, dua kabel bawah laut diinamai Echo dan Bifrost, akan menjadi dua kabel pertama dengan rute melintasi Laut Jawa.
Kabel ini diharapkan menjadi
internet backbone dan meningkatkan 70% lebih kapasitas bawah laut secara keseluruhan di trans-pasifik.
Sementara kabel ketiga bernama Apricot, akan menyediakan koneksi langsung antara Jakarta dan Amerika Utara. Ia juga menghubungkan Indonesia ke Singapura, Taiwan, Filipina dan Jepang.
Tom menjelaskan investasi ini memberikan peluang untuk meningkatkan konektivitas di provinsi Indonesia Tengah dan Timur.
Ia meyakini keberadaan kabel untuk manfaat ekonomi, yakni meningkatkan kapasitas internasional untuk Indonesia. Konektivitas ke Sulawesi dan Kalimantan juga bagian dari layanan kabel laut, yang juga digadang-gadang sebagai Calon Ibu Kota Baru.
Sayangnya, dia menolak untuk meyebut berapa investasi yang disiapkan terkait proyek ini. Ia hanya menekankan dampak investasi dari proyek ini akan sangat bermanfaat bagi Indonesia.
Berdasarkan riset yang dilakukan, Tom memaparkan 5,4% PDB Indonesia dikontribusikan dari kabel bawah laut.
"Facebook berharap proyek ini akan menciptakan dampak bagi ekonomi digital dan penciptaan lapangan kerja," tuturnya.
Salah satu mitra yang berpartner dengan Facebook untuk proyek ini adalah PT Alita Praya Mitra (Alita). Perusahaan asal Indonesia ini telah membangun lebih dari 3.400 Km kabel serta optik bawah laut dalam kurun satu setengah tahun terakhir.
"Dengan mitra ini, ada kemajuan signifikan. Kemajuan proyek yang dilakukan meningkat selama pandemi," ucapnya.
(arp)