LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sovereign Wealth Fund Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) bersiap melakukan ekspansi besar dengan menjadikan Persatuan Emirat Arab (PEA) sebagai acuan pengembangan. Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya ke Abu Dhabi.
"Kami ingin membuat sovereign wealth fund kami jauh lebih besar, dan kami juga ingin belajar dari pengalaman Uni Emirat Arab," terang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dikutip Minggu (24/11/2024).
Pertemuan bilateral dengan Presiden PEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Kepresidenan Qasr Al Watn menjadi momentum penting bagi transformasi dana abadi Indonesia. Kesuksesan PEA dalam mengelola sovereign wealth fund menjadi blueprint yang akan diadaptasi INA.
Keberhasilan PEA dalam mengembangkan dana abadi negaranya telah terbukti dengan kontribusi investasi mencapai US$10 miliar di INA. Pencapaian ini menjadikan PEA sebagai investor terbesar yang mempercayakan dananya ke lembaga sovereign wealth fund Indonesia.
"Indonesia membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis. Kami mengundang Uni Emirat Arab untuk berkontribusi lebih besar dalam pengembangan ekonomi nasional kami," ujar dia.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menggarisbawahi peran kepemimpinan MBZ yang dinilai sukses membawa transformasi ekonomi PEA. Visi jangka panjang pemimpin PEA ini dianggap sebagai kunci keberhasilan pengelolaan dana abadi negara.
"Kepemimpinan Yang Mulia telah membawa perubahan besar bagi Emirates. Modernisasi dan kemajuan yang dicapai di bawah visi Yang Mulia menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk melangkah ke depan," ujar dia.
MBZ menyambut positif rencana ekspansi INA dan penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Ia memandang hubungan Indonesia-PEA memiliki fondasi yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut.
"Kolaborasi kita telah terjalin sangat baik selama ini. Saya yakin hubungan bilateral ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi kedua negara di masa mendatang," kata Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
INA yang dibentuk pada Desember 2020 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 73 dan 74 Tahun 2020 memiliki mandat khusus untuk mengoptimalkan investasi pemerintah pusat dalam jangka panjang. Lembaga ini diproyeksikan menjadi instrumen utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Sementara itu, Indonesia juga telah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan fokus mengelola aset tujuh BUMN strategis. Langkah ini melengkapi ekosistem investasi nasional yang sedang dibangun pemerintah.
(lam)