LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nama KH Usman Ali ikut terseret usai viral Gus Miftah mengolok-olok Sunhaji, pedagang es teh di sebuah acara pengajian. Ia pun menjadi sasaran serangan warganet, lantaran dianggap tak punya hati dan empati padahal dirinya seorang pemuka agama.
Tampak dalam video viral rekaman saat Gus Miftah menghina Sunhaji dengan melontarkan kata g*blok di depan banyak orang yang hadir di sana, dan Usman Ali yang duduk persis di sebelah Miftah mengenakan jas hitam dan peci, terlihat tertawa paling kencang.
Setelah kasus ini viral, Miftah menyatakan permintaan maaf melalui video serta mendatangi Sunhaji di kediamannya untuk meminta maaf secara langsung. Dengan besar hati Sunhaji pun memaafkannya.
Ternyata kasus ini tidak berhenti sampai di situ, masyarakat yang terlanjur geram atas perlakuan Miftah akhirnya turut menyeret beberapa pemuka agama yang berada di sisi Miftah saat pengajian berlangsung. Terutama yang terlihat ikut menertawai Sunhaji.
Baca juga:
Dari Soal Adab Hingga Tak Rela Digaji dari Pajak, Jadi Alasan Publik Bikin Petisi Copot Gus MiftahAkun instagram pribadi KH Usman Ali pun diserang warganet, sebelum akhirnya akun itu tak ada unggahan sama sekali. Disinyalir salah satu pimpinan Pondok Pesantren API Al-Huda Magelang, Jawa Tengah itu telah menghapus semua unggahan di instagramnya, demi menghindari warganet yang “mampir” dan memberi komentar pedas.
Namun warganet tidak tinggal diam. Setiap kali ada akun yang mengunggah Usman Ali, kolom komentar dipenuhi dengan komentar negatif terhadapnya.
“Ini yang mulutnya paling lebar,” tulis salah satu warganet.
“Nggak usah pake K.H. deh Min..”, sahut lainnya.
“Ini kyai yang paling senang dan renyah tertawanya, miris sekali.”
Bahkan Ustadz Ahmad Alhabsyi pun turut berkomentar dengan huruf kapital semua, “ITULAH SEBABNYA IMAM SYAFII LEBIH LAMA BELAJAR ADAB DARIPADA ILMU.”
Tak hanya komentar pedas tapi juga publik menuntut Usman Ali untuk menyatakan permohonan maaf kepada Sunhaji, seperti yang dilakukan Miftah.
Publik juga menyinggung soal julukan “KH” yang mengiringi nama Usman Ali untuk sebaiknya tidak dipakai apabila kelakuannya tidak mencerminkan adab seorang pemuka agama
(ori)