LANGIT7.ID, Yogyakarta - Guguran Lava Merapi sebanyak 144 kali dalam sepekan ini, mulai 10-16 September 2021. Ternyata ada fakta di balik gunung purba di Tanah Jawa tersebut.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan wilayah DI Yogyakarata dan Jawa Tengah ternyata sudah berusia ratusan ribu tahun, tepatnya 400.000 tahun.
Dulunya Gunung ini bernama Gunung Bibi. Namun saat meletus dan hancur, lahir lah Gunung Merapi. Sama halnya Gunung Krakatau yang menjadi Gunung Anak Krakatau,
Merapi akrab dengan masyarakat di Tanah Jawa. Gunung berketinggian 2.986 meter di atas permukaan laut ini dinilai sangat berbahaya karena mengalami erupsi rutin. Bisa dibilang sekitar 4-5 tahun sekali.
Tercatat sejak 1548, Gunung Merapi telah meletus 68 kali. Salah satu gunung api dunia ini memiliki sejarah erupsi yang diriwayatkan mulai 1006 silam. Konon katanya sampai mengubah peradaban Jawa.
Angka (tahun) 1006 dianggap sebagai letusan terdahsyat Gunung Merapi mengacu pada teori Van Bemelen dan kawan-kawannya, meski kebenarannya masih diperdebatkan.
Gunung Merapi yang sekarang ini tampak dari wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah ini disebut sebagai Merapi Baru. Sejak adab ke-19, tercatat gunung ini erupsi di tahun 1768, 1822, 1849, dan 1872.
Lalu di abad ke-20 yaitu pada 1930-1931. Tapi di abad ke-19 letusan yang terjadi jauh lebih besar, karena awan panasnya mencapai 20 kilometer dari puncak. Bisa dibilang letusan besar terjadi 100 tahun sekali.
Di era sekarang, letusan Gunung Merapi terjadi pada 2010. Kejadian pilu ini mengakibatkan banyak korban jiwa, tercatat 347 orang meninggal dunia dan 400.000-an orang mengungsi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) hingga saat ini mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Berbagai Sumber(bal)