LANGIT7-Jakarta,- - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami serangkaian masalah kesehatan. Belum lama ini, pria berusia 75 tahun itu didiagnosa menderita infeksi saluran kemih akibat pembesaran prostat jinak.
Prostat jinak atau pembesaran prostat jinak (BPH) adalah kondisi di mana kelenjar prostat membesar tanpa menjadi kanker. Pembesaran ini sering terjadi pada pria seiring bertambahnya usia dan bisa menyebabkan gejala seperti kesulitan buang air kecil atau sering buang air kecil di malam hari.
Lantaran menderita pembesaran prostat, Netanyahu menjalani operasi pengangkatan prostat pada Minggu (29/12). Sebagaimana melansir
cbsnews.com, Senin (30/12/2024).
Baca juga:
Situasi Gaza Mencekam, Israel Paksa Warga Palestina Tinggalkan RumahPusat Medis Hadassah di Yerusalem mengumumkan pada Minggu malam bahwa operasi berjalan baik. Menteri Kehakiman Yariv Levin, sekutu dekatnya, menjabat sebagai penjabat perdana menteri selama operasi tersebut. Netanyahu diperkirakan akan tetap dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.
Netanyahu termasuk di antara para pemimpin dunia berusia lanjut, termasuk Presiden Biden (82), Donald Trump (79), dan Paus Francis (88). Kesemuanya mendapat sorotan karena masalah usia dan kesehatan mereka.
Netanyahu telah berusaha keras untuk meningkatkan citra publiknya sebagai pemimpin yang sehat dan energik. Dalam persidangannya atas tuduhan korupsi bulan ini, ia mengatakan dirinya bekerja 18 jam sehari.
Beban kerja yang sangat melelahkan dapat berdampak buruk pada kesejahteraannya saat ia menghadapi berbagai krisis termasuk perang di Gaza. Namun, Netanyahu menegaskan kondisi kesehatannya sangat baik.
Gambaran itu hancur tahun lalu ketika terungkap bahwa dia menderita penyakit jantung. Pada bulan Juli tahun lalu, dokter memasang alat pacu jantung setelah adanya kekhawatiran medis.
Masih di tahun lalu, Netanyahu dilarikan ke rumah sakit karena menurut dokter kemungkinan besar mengalami dehidrasi. Ia pun menginap semalam.
Pada bulan Maret, Netanyahu menjalani operasi hernia, di mana ia berada di bawah pengaruh bius total dan tidak sadarkan diri. Levin yang menjabat sebagai penjabat perdana menteri selama operasi.
Sementara itu, di awal bulan ini Netanyahu mengambil sikap dalam persidangan dirinya yang telah berjalan lama, atas tuduhan korupsi.
Pekan ini, Jaksa Agung Israel memerintahkan polisi untuk membuka penyelidikan terhadap istri Netanyahu atas dugaan melecehkan lawan politik dan seorang saksi dalam persidangan korupsi.
(ori)