LANGIT7.ID-Jakarta; Jerman mengambil langkah penting dalam upaya membantu pemulihan Suriah. Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, menyatakan komitmen negaranya untuk mendukung Suriah menjadi negara yang berfungsi dengan baik dan memiliki kendali penuh atas wilayahnya.
Dalam agenda diplomatik yang akan dilaksanakan Jumat ini, Baerbock bersama Menlu Prancis Jean-Noel Barrot akan mengunjungi Damaskus. Mereka dijadwalkan bertemu Ahmed al-Sharaa, pemimpin oposisi yang berhasil menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad pada awal Desember.
Meskipun masih ada keraguan terhadap kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) pimpinan Sharaa, Baerbock menekankan pentingnya momentum ini untuk mendukung rakyat Suriah. Kunjungan ini juga membuka peluang hubungan baru antara Suriah dengan Jerman dan Uni Eropa.
Dalam pertemuan tersebut, Jerman akan menyampaikan beberapa harapan kepada pemerintahan baru Suriah. Di antaranya menghindari aksi balas dendam terhadap kelompok masyarakat tertentu, segera melaksanakan pemilihan umum, dan mencegah radikalisasi sistem peradilan dan pendidikan.
Sementara itu, pemerintahan baru Suriah telah melakukan perubahan signifikan dalam sistem pendidikan. Mereka menghapus puisi tentang wanita dan cinta, referensi tentang dewa-dewa dalam pelajaran sejarah kuno, dan mengubah interpretasi ayat Al-Quran dengan pandangan yang kontroversial terhadap Yahudi dan Kristen.
Perubahan juga terjadi pada lagu kebangsaan yang dihapus dari buku pelajaran. Slogan nasionalis "mengorbankan nyawa untuk membela tanah air" diganti menjadi "mengorbankan nyawa demi Allah." Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya radikalisasi dalam sistem pendidikan Suriah.
(lam)