LANGIT7.ID, Semarang - Dinas Pendidikan Kota Semarang menyatakan terjadi temuan baru kasus Covid-19, pada masa uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sudah berlangsung sejak 30 Agustus 2021, diikuti oleh TK, SD sederajat dan SMP sederajat, baik negeri dan swasta.
Kasus itu ditemukan pada siswa di dua SD negeri, satu SD swasta, dan satu SMP Swasta. Terdapat pula temuan kasus pada sejumlah guru terpapar Covid-19 di Kota Semarang.
“Jumlah siswanya 5 yang terkena covid. Gurunya ada 3 kalau tidak salah, tapi yang tahu persis jumlahnya dari Dinas Kesehatan," kata Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri, Selasa (21/9/2021)
"Karena (Dinas) yang melakukan swab secara acak di beberapa sekolah tanpa pemberitahuan kepada kami,”
Gunawan menyampaikan, setelah dinyatakan positif, baik siswa maupun guru langsung dilacak pergerakannya, dengan siapa saja melakukan kontak.
Informasi yang diterimanya, hasi tracking dari puskemas tersebut dinyatakan negatif penularan.
Karena tidak ditemukan penularan kepada siswa lainnya di sekolah, proses PTM tidak akan dihentikan. Sementara, siswa yang positif langsung diwajibkan untuk isolasi.
“PTM tetap jalan. Tiap minggu PTM kami evaluasi. Selama tidak ada klaster, PTM tetap jalan, tapi jika terjadi klaster baru, PTM akan langsung ditutup,” ucapnya.
Pada uji coba PTM sebelum penetapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat oleh Presiden Joko Widodo, juga ditemukan kasus di satu sekolah Kota Semarang
Diketahui dari tanda-tanda salah satu siswa kondisi dengan kondisi tidak fit.
Gunawan menuturkan setelah siswa di-swab, hasilnya menunjukkan positif. Kemudian temuan ditindaklanjuti dengan tracking, melacak siapa saja yang kontak langsung dengan siswa tersebut.
“Ternyata ayah dan ibunya sudah positif Covid-19 dan sedang isolasi mandiri di rumah. Begitu pula kakaknya, juga positif. Jadi bukan klaster, sehingga saat itu PTM juga tetap dijalankan,” jelasnya.
(arp)