LANGIT7.ID-Jakarta; Mesir pada hari Minggu dengan tegas menolak rencana pemindahan paksa warga Palestina, setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengusulkan rencana untuk "membersihkan" Jalur Gaza dan memindahkan penduduknya ke Mesir dan Yordania.
Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataannya menegaskan "dukungan berkelanjutan untuk keteguhan rakyat Palestina di tanah mereka."
Pemerintah Mesir "menolak segala bentuk pelanggaran terhadap hak-hak yang tidak dapat dicabut tersebut, baik melalui permukiman atau aneksasi tanah, maupun dengan menghilangkan penduduk dari tanah mereka melalui pengungsian, pemindahan yang didorong atau pencabutan akar warga Palestina dari tanah mereka, baik sementara maupun jangka panjang."
Setelah 15 bulan perang, Trump menyatakan Gaza telah menjadi "lokasi penghancuran" dan dia "ingin Mesir menerima warga Gaza, dan ingin Yordania juga menerima mereka."
Pemindahan penduduk Gaza bisa dilakukan "sementara atau bisa juga jangka panjang," katanya. Sejak awal perang Israel-Hamas pada Oktober 2023, kedua negara telah memperingatkan adanya rencana untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza ke Mesir dan dari Tepi Barat ke Yordania.
Liga Arab mendukung pernyataan Kairo, menyatakan pada hari Minggu bahwa "pemindahan paksa dan pengusiran orang-orang dari tanah mereka hanya bisa disebut sebagai pembersihan etnis."
"Upaya untuk mencabut rakyat Palestina dari tanah mereka, baik melalui pengungsian, aneksasi atau perluasan permukiman, telah terbukti gagal di masa lalu," kata blok regional tersebut dalam pernyataannya.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, yang menurut Trump akan dihubunginya pada hari Minggu, telah berulang kali memperingatkan bahwa pemindahan tersebut bertujuan untuk "menghapus alasan bagi keberadaan negara Palestina."
Al-Sisi menggambarkan prospek ini sebagai "garis merah" yang akan mengancam keamanan nasional Mesir.
Kementerian Luar Negeri Mesir pada hari Minggu mendesak pelaksanaan "solusi dua negara," yang menurut Kairo akan menjadi mustahil jika warga Palestina dipindahkan dari wilayah mereka.
(lam)