Jerman Tolak Keras Wacana Trump Soal Pemindahan Warga Gaza
nabilRabu, 29 Januari 2025 - 06:29 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Selasa mengecam keras usulan mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin memindahkan warga Palestina dari Gaza yang porak-poranda akibat perang ke Yordania dan Mesir.
"Segala bentuk rencana pemindahan penduduk, termasuk gagasan mengusir warga Gaza ke Mesir atau Yordania, sama sekali tidak bisa diterima," tegas Scholz dalam kampanye di Berlin menanggapi pernyataan Trump.
Scholz menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara di mana Israel dan Palestina bisa hidup berdampingan secara damai. Ia menambahkan bahwa Otoritas Palestina harus diberi tanggung jawab untuk mengelola Gaza.
"Harapan rapuh akan perdamaian yang kini mungkin terwujud tidak boleh disia-siakan," kata Scholz, merujuk pada kesepakatan gencatan senjata baru-baru ini. Ia menekankan bahwa perdamaian hanya bisa dicapai jika warga Gaza memiliki harapan untuk masa depan yang mandiri.
Yordania sendiri sudah menampung jutaan warga Palestina, sementara puluhan ribu lainnya tinggal di Mesir. Kedua negara tersebut menolak tegas usulan Trump. Gaza merupakan wilayah yang diinginkan Palestina sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan.
Jerman termasuk pemasok senjata utama Israel, dengan ekspor pertahanan ke negara tersebut meningkat hampir sepuluh kali lipat sepanjang tahun 2023, tahun dimana konflik dengan militan Hamas dimulai.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”