LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Sinkhole atau lubang runtuhan baru saja terjadi di Jepang, dan ini bukan yang pertama di sana. Fenomena
sinkhole ini ternyata juga terjadi di beberapa negara lainnya. Setidaknya sejak 2022, beberapa negara seperti China, Malaysia dan Indonesia juga mengalaminya. Apa sebenarnya
sinkhole itu dan apa penyebabnya?
Dari informasi yang dihimpun pada tahun 2022
sinkhole raksasa sedalam 192 meter dan lebar 150 meter, berisi pohon kuno, ditemukan di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China.
Kemudian pada September 2023, terjadi di Indonesia, tepatnya di jalur wisata Kecamatan Tegallalang dan Tampaksiring, Gianyar, Bali.
Sinkhole tersebut memiliki kedalaman sekira 50 meter dan lebar 30 meter. Ini belum termasuk
sinkhole lain yang terjadi sebelumnya antara lain di Surabaya, Jawa Timur; Maros, Sulawesi Selatan; dan Sukabumi, Jawa Barat.
Baca juga: Jalan di Jepang Ambruk Hingga Membentuk Lubang Raksasa, Sebuah Truk Terjebak di DalamLalu pada Agustus 2024 di Malaysia terjadi
sinkhole dua kali dalam sebulan. Pertama, pada 23 Agustus
sinkhole muncul di Kuala Lumpur yang menyebabkan seorang wisatawan hilang.
Kemudian
sinkhole kedua pada 29 Agustus terjadi hanya berjarak sekira 50 meter dari lokasi lubang pertama, tepatnya di Jalan Masjid India, Kuala Lumpur.
Apa itu sinkhole?Sinkhole atau lubang runtuhan adalah cekungan di dalam tanah yang tidak memiliki drainase permukaan luar alami. Pada dasarnya, ini berarti ketika hujan, semua air tetap berada di dalam lubang pembuangan dan biasanya mengalir ke bawah permukaan. Seperti dikutip dari United States Geological Survey (USGS).
Sinkhole paling umum terjadi di tempat yang oleh para ahli geologi disebut sebagai “medan karst”. Ini adalah wilayah dimana jenis batuan di bawah permukaan tanah secara alami dapat larut oleh air tanah yang bersirkulasi melaluinya. Batuan terlarut termasuk lapisan garam dan kubah, gipsum, batu kapur dan batuan karbonat lainnya.
Florida, misalnya, merupakan wilayah yang sebagian besar didasari oleh batu kapur dan sangat rentan terhadap lubang runtuhan.
Ketika air dari curah hujan turun melalui tanah, jenis batuan ini mulai larut. Hal ini menciptakan ruang bawah tanah dan gua-gua.
Lubang runtuhan merupakan hal yang dramatis karena tanah biasanya tetap utuh selama jangka waktu tertentu hingga ruang bawah tanah menjadi terlalu besar. Jika tanah di atas ruang tersebut tidak mendapat dukungan yang cukup, maka dapat terjadi keruntuhan permukaan tanah secara tiba-tiba.
Penyebab SinkholeMengutip dari British Geological Survey (BGS), ada beberapa jenis
sinkhole atau biasa juga disebut "dolines" yang disebabkan oleh berbagai proses, termasuk pelarutan, keruntuhan, dan erosi.
1. PelarutanBeberapa
sinkhole dihasilkan dari pelarutan batuan yang terlarut di permukaan. Misalnya batuan kapur yang larut jika terkena air hujan atau air tanah yang bersifat asam.
2. RuntuhSinkhole terjadi sebagai akibat dari runtuhnya lorong gua secara bertahap di kedalaman. Keruntuhan mungkin perlahan-lahan merambat ke atas melalui strata di atasnya sehingga menyebabkan penurunan permukaan tanah (‘lubang runtuhan’).
Kadang-kadang hal ini meluas hingga ke batuan yang tidak mudah larut, sehingga menciptakan ‘lubang pembuangan batuan penutup’ (caprock sinkhole). Lubang runtuhan jenis ini umum terjadi di beberapa bagian South Wales di mana batuan pasir menutupi batu kapur besar. Dan di Ripon, Yorkshire, di mana batupasir dan batu kapur menutupi gipsum.
3. Pelarutan dan keruntuhanLubang runtuhan juga dapat terbentuk akibat pelarutan dan runtuhan berikutnya. Jika lapisan tipis material lepas dan dangkal (seperti pasir, tanah liat, atau tanah) menutupi batuan yang dapat larut di bawahnya, maka tanah tersebut dapat tersapu ke dalam celah atau rongga yang melebar.
4. ErosiBeberapa lubang runtuhan tidak disebabkan oleh pelarutan batu kapur, namun erosi material lemah dan tidak terkonsolidasi oleh air yang mengalir. Material lepas dapat dihilangkan melalui proses yang disebut 'perpipaan tanah', sehingga menciptakan rongga besar di dalam sedimen.
(lsi)