LANGIT7.ID, Tuban - Pesantren Perut Bumi Al Maghribi menjadi salah satu pesantren unik yang ada di Indonesia. Sesuai namanya, pesantren ini dibangun 20 meter di bawah tanah dalam sebuah gua di daerah Dusun Wire, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pesantren yang dibangun oleh KH Subchan Al Mubarok, salah seorang ulama asli Tuban. Ia menyulap gua yang berawal dari lahan perbukitan kapur bekas tempat pembuangan sampah menjadi bangunan pesantren yang sangat menarik.
Mengutip laman Pemprov Jatim, Pesantren Perut Bumi seluas 3 hektar dan memiliki fasilitas lengkap untuk mendalami ilmu agama. Setiap ruangan dipenuhi hiasan dengan ukiran kaligrafi berbahan marmer.
Pesantren yang dibangun pada 2002 itu menawarkan keamanan dan kenyamanan, sehingga para santri tak perlu khawatir jika berada di tempat tersebut.
Pesantren ini juga menyimpan sejumlah situs-situs peninggalan ulama terdahulu. Situs tersebut meliputi petilasan Syekh Maulana Al Maghribi serta tempat pertapaan Singo Joyo dan Putri Ayu Sendangharjo.
Selain itu, santri di pesantren ini mayoritas mantan pelaku kriminal. Pesantren ini juga sering dikunjungi para pelancong dari luar negeri. Ada yang sekadar melihat keunikan, atau pun belajar langsung di tempat itu.
Keunikan Masjid Aschabul Kahfi Perut BumiSalah satu bangunan ikonik dari pesantren ini adalah Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi. Sudah tentu berada di dalam gua, sehingga disebut perut bumi. Sehingga, masjid ini tidak memiliki menara yang menjulang tinggi atau pun kubah besar.
Saat dilihat dari depan, masjid ini hanya berupa gapura dan pintu yang terbuat dari batu. Bangunan masjid memanfaatkan lorong gua. Ruangan dalam masjid sangat khas gua.
Batu-batu stalaktit dan stalakmit menghias ruangan masjid. Ukiran-ukiran kaligrafi yang ditempel di dinding tembok, di masjid ini diukir di dinding gua.
Penerangan yang tidak terlalu terang membuat ruangan masjid sedikit remang, dan terkesan sedikit misterius. Lokasi masjid perut bumi, sebenarnya juga jadi pondok pesantren.
Kubah masjid ini unik, karena sejajar dengan tanah. Tidak seperti masjid pada umumnya yang bisa terlihat dari jauh.
Selain itu, di masjid ini terdapat pohon khas seperti di Arab, sehingga saat berada di sini, jamaah bisa merasakan nuansa Arab. Ditambah dengan gua yang berwarna cokelat ibarat padang pasir.
Di dalam masjid tersebut terdapat beberapa ruangan antara lain ruang istighosah, ruang pertemuan, ruang kuliah subuh, dan lorong-lorong yang banyak digunakan untuk mengaji para santri.
(jqf)