LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Oki Setiana Dewi begitu menikmati hari-hari menetap di Mesir bersama anak-anak, sejak beberapa bulan terakhir. Ia kerap membagikan cerita selama di sana, melalui media sosial miliknya.
Cerita terbaru, di sana Oki tidak hanya kuliah melainkan juga ikut terlibat syuting serial drama dari rumah produksi (
production house/PH) lokal.
Tawaran untuk berperan dalam proyek serial drama komedi spesial Ramadan itu cukup menarik. Dalam serial ini, Oki berperan sebagai wanita Indonesia, yang harus menggunakan bahasa Sunda.
"Tiba-tiba ditawarkan oleh salah satu rumah produksi yang sudah memproduksi drama nomor satu di Mesir, Arab Saudi, dan Afrika untuk serial Ramadan," ungkap Oki Setiana Dewi, di kanal YouTube Maia Estianty.
Baca juga: Oki Setiana Dewi, LDR-an dengan Suami dan Bantah Isu PoligamiOki yang tengah disibukkan dengan kegiatan perkuliahan serta tetap berceramah di sana karena banyak juga warga Indonesia juga di Mesir, tiba-tiba mendapat tawaran main drama komedi itu justru di masa-masa ujian perkuliahan.
Tak hanya itu, ternyata drama tersebut merupakan yang nomor satu di mesir dan Arab. Diungkap Oki, keterlibatan dirinya di serial itu tanpa harus ikut
casting, karena pihak produksi jusru mencari orang Indonesia. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi istri dari Ory Vitrio itu.
"Main drama bersama orang Mesir tapi yang dicari memang orang Indonesia. Saya jadi tahu dunia pertelevisian di sana bagaimana," tutur kakak dari selebgram Ria Ricis itu.
Perbedaan Sistem Syuting di Indonesia dan di MesirOki menceritakan pengalaman dirinya saat berbincang dengan para sineas di Mesir. Ia pun berbagi pengalaman soal syuting sinetron
stripping (kejar tayang) saat masih aktif di industri hiburan Indonesia.
Apa yang diungkapkan Oki membuat sineas Mesir terkejut, karena sistem produksi di Mesir jauh berbeda.
"Di Mesir itu
nggak ada yang namanya stripping. Mereka kaget
pas Oki bilang pernah main sampai 1.000 episode. Kok bisa? Karena di sini, misalnya drama Ramadan, itu cuma 15 episode. Jadi dari awal sudah tahu jalan ceritanya, tahu kapan mulai dan kapan selesai syuting," jelasnya.
Oki juga menyoroti perbedaan jam kerja dalam industri hiburan di kedua negara. Di Mesir, waktu kerja aktor lebih teratur dengan batas maksimal 12 jam per hari. Jika syuting terpaksa diperpanjang, durasi maksimal hanya sampai 16 jam, dan setelah itu para aktor mendapat waktu istirahat yang cukup sebelum kembali bekerja.
"Di sana, standar kerja mereka maksimal 12 jam sehari. Kalau sangat mendesak, bisa sampai 16 jam, tapi setelah itu sudah
nggak boleh kerja lagi. Kalau di Indonesia, yang
stripping bisa selesai syuting jam 4 pagi, terus mulai lagi jam 9 pagi," ujar Oki.
Baca juga: Cerita Oki Setiana Dewi dan Empat Anaknya yang Betah Jadi Warga Mesir(lsi)