LANGIT7.ID-Jakarta; Polytron, yang selama ini dikenal sebagai produsen elektronik, mengejutkan industri otomotif dengan kesiapannya membangun mobil nasional Indonesia. Anak usaha grup Djarum ini menyatakan komitmennya kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.
Langkah Polytron memasuki industri mobil nasional bukanlah tanpa pengalaman. Perusahaan ini telah memulai diversifikasi ke sektor kendaraan listrik dengan memproduksi dan memasarkan motor listrik dalam beberapa tahun terakhir. Pengalaman di industri elektronik dan kendaraan listrik menjadi modal kuat Polytron untuk berkontribusi dalam pengembangan mobil nasional.
Polytron akan bergabung dengan deretan produsen mobil nasional yang sudah ada seperti PT Pindad dengan Maung-nya dan Esemka dari Boyolali. Kehadiran Polytron diharapkan membawa inovasi baru dengan latar belakang keahlian mereka di bidang elektronik dan pengalaman dalam kendaraan listrik.
Meski demikian, tantangan tetap ada dalam pengembangan mobil nasional. Menurut Menteri Perindustrian, produksi mobil nasional tidak bisa sepenuhnya mengandalkan komponen dalam negeri karena terkait dengan global value chain. Namun, pemerintah tetap menetapkan standar minimal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk menjaga nilai nasional produk.
"Saat ini sudah ada beberapa manufaktur yang siap mengembangkan mobil nasional, dan Polytron adalah salah satunya," ungkap Agus di arena IIMS 2025, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, dikutip Jumat (14/2/2025).
Agus menambahkan, selain Polytron, masih ada beberapa grup lain yang juga menyatakan minatnya untuk terlibat dalam pengembangan mobil nasional. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme industri dalam negeri untuk berpartisipasi dalam proyek strategis ini.
Keputusan Polytron untuk terjun ke industri mobil nasional dinilai sejalan dengan tren global menuju elektrifikasi kendaraan. Pengalaman perusahaan dalam mengembangkan motor listrik dapat menjadi nilai tambah dalam upaya menciptakan mobil nasional yang ramah lingkungan.
Ke depannya, pemerintah akan terus mendorong pengembangan mobil nasional dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Fokus utama tidak hanya pada produksi kendaraan, tetapi juga pada penguatan ekosistem industri pendukung dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor otomotif.
(lam)