LANGIT7.ID-Karyanya masih abadi sampai hari ini. Bahkan salah satu kitab falak yang ditulisnya mendapat pengakuan sampai Malaysia.
Kitab Falak Sullam An-Nayyirain adalah karyanya yang dimaksud. Karya lainnya sekitar 19 kitab, yang sebagian besar ilmu falak.
Dan sosok di balik kitab-kitab tersebut bernama Guru Mansur. Nama lengkapnya Muhammad Mansur bin Abdul Hamid bin Damiri bin Abdul Muhid bin Tumenggung Tjakra Jaya (Mataram, Jawa).
Sosoknya merupakan ahli ilmu falak asli Betawi, yang lahir di Jakarta pada tahun 1878 dan wafat pada hari Jum`at, 2 Shafar tahun 1387H bertepatan dengan tanggal 12 Mei 1967.
Selain karya di atas, karya lain yang juga masih digunakan sampai hari ini adalah Kalender Hisab Al-Manshuriyah.
Kepakarannya dalam ilmu falak dipelajari dari guru pertamanya, yang adalah ayahnya sendiri, KH. Abdul Hamid.
Setelah bapaknya meninggal, ia mengaji kepada kakak kandungnya, KH. Mahbub bin Abdul Hamid, dan kakak misannya yang bernama KH. Thabrani bin Abdul Mughni dan juga kepada Syaikh Mujitaba.
Perjalanan keilmuwan Guru Mansur Dikutip dari islamic-center.or.id, Guru Mansur juga sempat menimba ilmu ke Makkah, Arab Saudi. Ia berguru kepada sejumlah ulama, antara lain kepada Syaikh Mukhtar Atharid Al-Bogori, Syaikh Umar Bajunaid AlHadrami, Syaikh Ali Al-Maliki, Syaikh Said Al-Yamani, Syaikh Umar Sumbawa, dan Syaikh Mujitaba. Untuk ilmu falak, ia belajar kepada Abdurrahman Misri, ulama asal Mesir dan Ulugh Bek, ulama asal Samarkand.
Setelah empat tahun di Mekkah, ia kembali ke tanah air dan membuka majelis ta`lim, yang utama diajarkannya adalah pelajaran ilmu falak.
Murid-muridnya yang kemudian menjadi ulama terkemuka di Betawi adalah KH. Abdullah Syafi`i (AsSyafi`iyyah) dan Mu`allim KH. Abdul Rasyid Ramli (ArRasyidiyyah).
Beliau memiliki buyut, yang juga dikenal masyarakat sebagai da`i kondang adalah Ustadz Yusuf Mansur.
Semasa hidupnya, Guru Manshur telah menulis 19 (sembilan belas) kitab berbahasa Arab sebagian besar tentang ilmu falak, juga puasa, waris, dan nahwu yaitu:
1.Sullam An-Nayrain
2.Khulashoh Al-Jadawil
3.Kaifiyah Al-Amal Ijtima
4.Mizan Al-`Itidal
5.Washilah Ath-Thulab
6.Jadwal Dawair Al-Falakiyah
7.Majmu` Arba` Rasail fi Mas`alah Hilal
8.Rub`u Al-Mujayyab
9.Mukhtashar Ijtima` An-Nairain
10.Tajkirotun Nafi`ah fi Shihah `Amal Ash-Shaum wa Al- Fithr
11.Tudih Al-Adillah fi Shihah Ash-Shaum wa Al-Fithr
12.Jadwal Faraid
13.Al-Lu`lu Al-Mankhum fi Khulashoh Mabahits Sittah `Ulum
14.`Irobul Jurumiyah An-Nafi` Lil Mubtadi
15.Silsilah As-Sanad Fi Ad-Din wa Ittisholuha Sayyid Al-Musalin
16.Tashrif Al-Abwab
17.Limatan Bina
18.Jadwal Kiblah
19.Jadwal aw Khut Ash-Sholah Tathbiq Amal Al-Ijitma` wa Al-Khusuf wa al Kusuf
Salah seorang cucunya, KH. Ahmadi Muhammad, menyusun kalender hisab Al-Manshuriyah dimana susunan tersebut bersumber dari hasil pemikiran Guru Mansur.
Kini, kalender hisab Al-Manshuriyah masih tetap eksis dan digunakan, baik oleh murid-muridnya maupun oleh sebagian masyarakat Betawi maupun umat Islam lainnya di sekitar Jabotabek, Pandegelang, Tasikmalaya, bahkan sampai ke Malaysia.***
(hbd)