LANGIT7.ID-, Jakarta- - Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD resmi dilantik sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek). Presiden Prabowo mempercayakan guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menggantikan Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Brian Yuliarto bukanlah nama baru dalam dunia pendidikan tinggi dan riset. Dia merupakan dosen, peneliti dan guru besar di Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB).
Dia menempuh pendidikan S1 di ITB pada 1999. Setelah lulus dia melanjutkan S-2 dan S-3 ke University of Tokyo, Jepang.
Selepas menggaet gelar PhD, Brian berkarier sebagai dosen dan peneliti di almamater tempat ia menempuh studi sarjana. Brian menekuni bidang riset pada ilmu rekayasa dan telah mematenkan delapan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta ratusan publikasi ilmiah.
Baca juga:
Reshuffle Kabinet Prabowo, Satryo Dicopot dari Jabatan Mendikti SaintekDekan FTI ITB itu diketahui aktif meneliti pengembangan nanomaterial untuk aplikasi sensor dan energi. Hasil penelitiannya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sensor sehingga lebih cepat dan akurat mendeteksi berbagai molekul target.
Inovasi Brian dan rekan-rekan antara lain berupa pengembangan sensor gas berbahaya dan polutan. Ia juga menciptakan inovasi sensor untuk diagnosis penyakit seperti demam berdarah, hepatitis, kanker, dan berbagai bakteri patogen yang mengancam kesehatan manusia.
Melansir dari catatan resminya, Brian menjalin kolaborasi riset dengan peneliti nasional dan internasional. Kolaborasinya menghasilkan 329 artikel ilmiah terindeks Scopus yang telah disitasi sebanyak 5.618 kali, dengan h-indeks 38.
Baca juga:
Reshufle Kabinet Merah Putih: Brian Yuliarto Jadi Mendikti Saintek Gantikan Satryo SoemantriBrian Yulianto pernah meraih penghargaan Habibie Prize 2024 Bidang Ilmu Rekayasa pada Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 dan Bincang Ekosistem Riset Inovasi Indonesia di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Habibie Prize adalah penghargaan bergengsi yang didirikan untuk menghormati peneliti dan Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Brian menjadi salah satu dari lima talenta unggul Indonesia penerima Habibie Prize 2024 yang berkontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.(diolah dari berbagai sumber)
(ori)