LANGIT7.ID-Jakarta; Mengajarkan anak berpuasa Ramadhan orang tua harus melakukannya dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuat anak tertekan.
“Misalnya “nanti kita buka puasa makan apa yuk”. Jadi anak itu juga happy, apalagi untuk ngabuburit istilahnya anak kalau bisa dikasih permainan yang menyenangkan," ujar Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia (UI) Sani B. Hermawan.
Sani mengatakan dalam mengajarkan anak berpuasa tidak boleh diberikan ancaman atau hukuman jika tidak melaksanakannya. Ini akan memicu perasaan negatif dan ketakutan pada anak sehingga anak menjalani ibadah puasa dengan merasa terancam.
Orangtua bisa mengajarkan anak mengalihkan rasa lapar menjadi suatu permainan yang bermanfaat sehingga mereka senang. Jika perlu tumbuhkan jiwa kreatif dalam keluarga dengan mendekorasi rumah secara spesial dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.
“Jadi rumahnya ditulis Selamat berbuka puasa atau Selamat menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Jadi anak itu ngerasa ada semacam kondisi yang emang kita men-celebrate bulan puasa. Bukan yah bulan puasa lagi, nggak makan lagi, jadi nggak minum. Jadi anaknya nggak semangat," ujarnya.
Sani menambahkan saat anak mencoba berpuasa, ajak anak untuk tetap berkegiatan yang tidak terlalu melelahkan seperti melukis atau merakit lego. Ia juga mengingatkan kurangi aktivitas yang melelahkan seperti berlari-larian yang nantinya bisa membuat anak lemas.
Selanjutnya, libatkan anak dalam memilih makanan yang ia suka untuk menu berbuka puasa ataupun sahur. Dukungan eksternal dari orang tua ini akan menumbuhkan motivasi pada anak untuk ikut berpuasa karena semua anggota keluarga juga melakukannya.(*)
(lam)