LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong masyarakat untuk bisa menjadikan koperasi sebagai bagian usaha atau lembaga yang bisa membantu membantu perekonomian.
Menteri Kemenkop UKM Teten Masduki mengatakan, penting dalam hal ini membangun kesadaran masyarakat bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Selain peningkatan ekonomi anggota, koperasi juga diharapkan menjadi lembaga sosial dan lembaga pendidikan bagi anggota dan masyarakat,” katanya dalam Webinar Peluncuran dan Bedah Buku Pemikiran Bung Hatta: Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat, Senin (12/7/2021).
Namun, Teten mengaku saat ini koperasi belum menjadi pilihan utama sebagai kelembagaan ekonomi rakyat. Dilihat dari rendahnya partisipasi penduduk yang menjadi anggota, terhitung hanya 8,41 persen.
Menurutnya, angka itu masih di bawah rata-rata dunia yang mencapai 16,31 persen. Selain itu, kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional juga masih sebesar 5,1 persen.
“Ini karena koperasi mengalami disrupsi pandemi yang mengubah aktivitas masyarakat. Tidak hanya mempengaruhi sektor kesehatan, tetapi juga perekonomian nasional,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Teten berencana akan merumuskan pengembangan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Selain itu, pemerintah juga berencana mengembangkan 500 koperasi modern pada 2024.
Teten berharap, anggota koperasi secara bersama-sama dapat bertanggung jawab atas keselamatan kopersinya. Ia juga mengatakan rumusan kebijakan pengembangan koperasi oleh pemerintah tidak akan terealisasi tanpa adanya peran aktif dari anggota, pengurus, pengawas dan pengelola koperasi.
“Makmur koperasinya, makmurlah hidup mereka, rusak koperasinya, rusaklah hidup mereka bersama,” imbuhnya.
(zul)