LANGIT7.ID-Mahfud MD mengisi kuliah umum atau public lecture di Institut Teknologi Surabaya (ITS). Di kampus ini, Mahfud kembali mengingatkan bahwa hukuman harus setimpal dengan perbuatannya.
Mantan Menteri Kehakiman era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyinggung soal penegakan hukum yang dapat menghancurkan negara bila tidak ditegakkan dengan benar.
Menurut Mahfud, bila ada orang yang melanggar hukum, walaupun memiliki kehebatan dan tersohor, bila telah ditetapkan bersalah, maka tetap harus dihukum setimpal dengan perbuatannya.
"Kalau melanggar dihukum, jangan minta dispensasi, tugas negara menegakkan hukum, agar Indonesia bisa mencapai Indonesia Emas. Orang yang berani menegakkan hukum dan berani tidak melanggar hukum, itulah orang yang berkarakter," ujarnya saat Ramadan Public Lecture bertema “Membangun Generasi Berkarakter: Kolaborasi Agama, Hukum dan Pendidikan”, Senin (10/3/2025)
Menurut Mahfud, taat hukum adalah seautu yang penting. Taat hukum bukan takut pada sanksi hukumnya saja tetapi juga pada sanksi moralnya.
Berbicara tentang Indonesia Emas Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini juga berbicara tentang konsep Indonesia Emas dalam Islam sebagai thayyibatun wa rabbun ghofur. Artinya negara yang bersatu berdaulat dan maju. Gambarannya, pada 2045 nanti, tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di tanah air.
"Cirinya Indonesia Emas, pertama, pada saat itu tidak ada lagi orang miskin. Kemisikinan ekstrem 2045 tak ada, kemiskinan relatif ada, kemiskinan relatif itu orang dengan penghasilan 1,90 USD per hari. Jadi pada waktu itu, ada 2-3 persen orang miskin relatif, tapi tidak akan terlantar karena negara sudah kaya," jelasnya.
"Partisipasi perguruan tinggi sudah 74 persen. Sehingga, pada waktu itu sudah bisa masuk perguruan tinggi dan bermutu di Indonesia. Sisanya bukan tidak bisa masuk perguruan tinggi, tapi tidak perlu, sisanya langsung mendapat lowongan kerja. Karena yang diperlukan, kemampuan teknis di lapangan," lanjutnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga berpandangan, pada 2045 nanti, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia akan mencapai 23.930 USD. Bahkan, Indonesia akan tercatat sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia, setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat, kemudian Jepang pada posisi nomor lima.
Gambaran Indonesia Emas 2045 itu, kata Mahfud telah dilakukan road map oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjutkan oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo. Namun, visi Indonesia Emas tidak akan tercapai bila pemimpin bangsa tidak memiliki karakter.
"Ini (Indonesia Emas 2045) akan betul tercapai kalau tidak ada hambatan di dalam, kalau pemimpin kita tidak berkarakter tidak tercapai," kata dia
"Seperti apa generasi berkarakter? Berkarakter berarti juga berintegritas: jujur, amanah, tabligh, fathanah, mengintegrasikan antara niat, ucapan, dan perbuatan sehingga bisa menjadi teladan bagi umat.(*)
(hbd)