LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan bank plat merah tersebut. Pergantian direksi dan komisaris ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital dan ekspansi bisnis BNI di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Era Baru di Bawah Kepemimpinan Putrama Wahju SetyawanPemegang saham menyetujui pengalihan tongkat kepemimpinan dari Royke Tumilaar ke Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama (Dirut) BNI. Putrama, yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama (Wadirut), dikenal sebagai sosok berpengalaman dengan rekam jejak panjang di BNI dan lembaga keuangan lainnya.
"Perubahan ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat strategi BNI menghadapi tantangan ke depan," ujar sumber internal BNI.
Putrama, lulusan Sarjana Kehutanan dan Magister Akuntansi UGM, telah membuktikan kapasitasnya dalam berbagai posisi kunci, termasuk Direktur Bisnis Korporasi, Direktur Treasury & Internasional, hingga Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia.
Alexandra Askandar, Mantan Wadirut Bank Mandiri, Perkuat Tim Manajemen Posisi Wadirut kini diisi oleh Alexandra Askandar, yang sebelumnya menduduki jabatan serupa di Bank Mandiri. Kehadiran Alexandra diharapkan membawa perspektif baru, terutama dalam mempercepat digitalisasi dan penguatan bisnis ritel BNI.
"Alexandra memiliki track record kuat dalam transformasi digital dan pengembangan bisnis di Bank Mandiri. Keahliannya akan sangat berharga bagi BNI," tambah sumber tersebut.
Restrukturisasi Jajaran Direksi & KomisarisSelain perubahan di pucuk pimpinan, RUPST juga menyetujui sejumlah rotasi dan pengangkatan baru di jajaran direksi, termasuk:
- M. Iqbal sebagai Direktur Commercial Banking
- Abu Santosa Sudrajat sebagai Direktur Treasury & International Banking
- Eko Setyo Nugroho sebagai Direktur Kelembagaan
- Risan Kaslan sebagai Direktur Network & Retail Funding
Di sisi Dewan Komisaris, Omar Sjawaldy Anwar resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, menggantikan posisi sebelumnya. Sementara Vera Febyanthy dan Didik Junaidi Rachbini bergabung sebagai Komisaris Independen baru.
Arah Strategis BNI ke Depan Dengan komposisi direksi dan komisaris yang baru, BNI disebut akan fokus pada beberapa prioritas:
1. Akselerasi transformasi digital, termasuk pengembangan layanan berbasis AI dan open banking.
2. Ekspansi bisnis internasional, terutama di pasar ASEAN dan Timur Tengah.
3. Penguatan segmen korporasi dan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami optimistis dengan tim baru ini, BNI akan semakin kompetitif dan siap menghadapi disrupsi di sektor perbankan," tutur seorang analis pasar modal.
Perombakan besar-besaran ini menandai babak baru bagi BNI dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu bank BUMN terkemuka di Indonesia(*/saf)
(lam)