LANGIT7.ID, Semarang - Demi mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam meningkatkan potensi di sektor wisata halal, diperlukan adanya peningkatan dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maiomen mengatakan, SDM ini nantinya diharapkan mampu menguasai Bahasa Arab. Sebab, menurutnya faktor bahasa masih menjadi kendala terbesar dalam menyiapkan konsep wisata halal.
“Pemprov Jateng juga mendorong wisata halal. Wisata halal tentu segmennya orang Islam yang banyak berasal dari negara Timur Tengah,” katanya secara virtual, pada Pertemuan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab se-Jawa Tengah, dan Kompetensi Bahasa Arab Nasional ke-4 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (25/9).
Baca juga: 3 Spot Foto Menarik di Jayapura untuk Perwakilan PON XX PapuaGus Yasin, sapaan akrab Wagub Jateng ini mengatakan, wisatawan yang berasal dari Asia Barat, seperti Uni Emirat Arab, Turki, dan Yaman, membutuhkan pemandu bahasa Arab. Keberadaan pemandu ini diharapkan akan membuat wisatawan merasa lebih nyaman ketika berwisata di Jawa Tengah.
“Saya harap pendidikan bahasa Arab tidak hanya diberikan di pondok pesantren atau lembaga pendidikan formal. Tapi juga di pendidikan informal, seperti di tempat kursus,” ujarnya.
Banyak strategi khusus yang bisa digunakan dalam meningkatkan kemampuan bahasa seseorang. Di antaranya membuat konsep kawasan Desa Bahasa seperti Kabupaten Magelang, yaitu Desa Bahasa Borobudur.
“Seperti di Magelang ada desa Bahasa Inggris. Saya berharap muncul desa bahasa Arab di Jawa Tengah, di Indonesia," katanya.
Baca juga: Pantai Air Manis Jadi Destinasi Wisata Halal di Sumatera BaratHal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-Arabiyah (IMLA) Indonesia Jawa Tengah, Suja’i. Dia mengatakan, bahasa Arab sebaiknya tidak hanya dijadikan sebagai bahasa Al-Qur’an dan hadist. Tetapi dijadikan bahasa yang memenuhi kepentingan manusia.
“Jadi kami harapkan pada teman-teman, bagaimana bisa menjadikan bahasa Arab jadi kekayaan kita. Jadi bahasa Arab bukan semata sebagai bahasa untuk Qur’an, bahasa untuk hadist, tapi kita jadikan bahasa untuk kepentingan mendukung sektor wisata halal kita,” tambahnya.
(zul)