Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home community detail berita

Ngaji Filsafat, Tempat Para Filsuf Muda Berkumpul Dalami Agama

fajar adhitya Rabu, 29 September 2021 - 07:05 WIB
Ngaji Filsafat, Tempat Para Filsuf Muda Berkumpul Dalami Agama
Masjid Jenderal Sudirman Yogyakarta. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ngaji filsafat menjadi tempat para filsuf muda berkumpul mendalami agama. Mereka biasa menggelar pertemuan di Masjid Jenderal Sudirman Yogyakarta.

Komunitas Ngaji Filsafat ini diampu doktor filsafat UIN Sunan Kalijaga, Faruddin Faiz. Kegiatannya berlangsung tatap muka sebelum Covid-19 mewabah.

Bahasan Ngaji Filsafat di antaranya mengkaji pemikiran Sayyed Hussein Nashr, profesor emeritus studi Islam di George Washington University, Amerika Serikat tentang Spiritualitas Seni Islam.

Baca Juga: Dakwah ala Milenial di Yukngaji, Jaring Anak Muda Kenali Islam

Hussein Nashr, menyebut dunia modern justru cenderung misosphia bukan philosphia. Cenderung benci dengan kebijaksanaan. Peradaban barat membuang banyak sekali khasanah, hikmah, metafisika lama yang sangat penting untuk memahami kehidupan.

Masjid Jenderal Sudirman merupakan satu-satunya masjid yang intens mengkaji ilmu-ilmu filsafat dan pembahasan tasawuf. Mulai dari filsafat era Yunani, filsafat Islam era Renaissance hingga modern.

Keunikan Ngaji Filsafat ala Masjid Jenderal Sudirman ini tema-tema yang dihadirkan mampu menyentuh isu-isu kekinian. Kegiatan ini pertama kali berlangsung pada April 2013, menjaring anak-anak muda yang ingin belajar filsafat.

Pandemi Covid-19 tak membuat Ngaji Filsafat terhenti, hanya mediumnya yang berubah menjadi ngaji daring. Biasanya, diselenggarakan setiap Rabu malam selepas shalat Isya, sekira pukul 20.00 ssampai 22.00 WIB.

Idealnya, masjid memang tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu-ilmu agama. Perkembangan pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat harus diimbangi ummat Islam dengan mempelajari ilmu-ilmu lain.

Pengkajian ilmu umum di masjid menjadi penting agar pengetahuan tidak lepas dari panduan-panduan agama, sehingga ummat Islam menjadi pionir dalam pengembangan dan penyebaran ilmu-ilmu umum bernafaskan Islam.

Lewat Ngaji Filsafat, Fahruzin Faiz menekankan bahwa filsafat membuat manusia menjadi rasional dan berpikir dengan benar. Dalam konteks keislaman, filsafat mendorong berpikil rasional tanpa kehilangan panduan wahyu.

Berdirinya komunitas ini semakin menopang penyebarluasan dakwah masjid, terutama pada kajian-kajian filsafat. Salah satu produk literasi yang berhasil dikaryakan para santri Ngaji Filsafat adalah buku berjudul Pandangan Para Filosof: Catatan Santri Ngaji Filsafat yang diterbitkan MJS Press.

"Kegembiraan belajar filsafat inilah kiranya yang memicu lahirnya buku berharga ini," kata Fahruddin dalam pengantar buku tersebut.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)