LANGIT7.ID–Jakarta; Presiden Prabowo Subianto secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya hanyalah presiden boneka yang dikendalikan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam Sidang Paripurna, Prabowo dengan nada tenang tapi tegas meluruskan anggapan tersebut yang ramai beredar di publik sejak sebelum Pilpres 2024.
“Saya dibilang apa itu… presiden boneka. Saya dikendalikan oleh Pak Jokowi. Seolah Pak Jokowi tiap malam telepon saya. Saya katakan itu tidak benar,” ujar Prabowo.
Baca juga: Isu Ijazah Jokowi Viral, Prabowo: Nanti Ijazah Saya yang Ditanya-TanyaPrabowo mengakui bahwa dirinya memang berkonsultasi dengan Jokowi, tapi hal itu disebutnya sebagai bentuk sikap kepemimpinan yang bijak, bukan bentuk kendali. “Kita konsultasi, ya. Itu seorang pemimpin yang bijak. Minta pendapat, minta saran,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya terbuka berkonsultasi dengan siapa saja, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. “Saya menghadap beliau, tidak ada masalah. Menghadap Bu Mega, tidak ada masalah,” katanya.
Bahkan, ia menyindir secara humoris bahwa satu-satunya tokoh yang tidak bisa ia temui hanyalah almarhum Gus Dur.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam konteks mempertegas posisinya sebagai pemimpin independen yang tetap menghargai pendapat para pendahulunya. Ia juga memuji keberhasilan Jokowi selama satu dekade terakhir, dan menyebut transisi kekuasaan yang mulus menjadi fondasi bagi stabilitas pemerintahan hari ini.
“Pak Jokowi berhasil sepuluh tahun. Orang suka tidak suka, itu kenyataan,” ujarnya.
Dengan pernyataan ini, Prabowo tampaknya ingin meredam narasi-narasi miring yang menyebut dirinya hanya penerus tanpa kendali. Ia menekankan pentingnya sinergi antar pemimpin nasional, tapi juga menegaskan batas kemandirian dalam pengambilan keputusan.
(lam)