LANGIT7.ID, Jakarta - Pondok Pesantren Ar-Rahman Quranic College (AQC) melepas masa pengabdian santri wakaf atau Center of Excellence (CoE) di Masjid AQL Islamic Center, Jakarta, Rabu (29/09).
Para santri mendapat pendidikan selama dua tahun dengan sistem berasrama di AQC, Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Usai menyelesaikan masa belajar, mereka menjalani pelatihan khusus selama 3 bulan bersama pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir.
Baca Juga: 13 Tahun AQL, Merdeka Bersama Rahmat Allah di Masa Pandemi
Dalam pelatihan itu, para santri diberi bekal untuk terjun masyarakat. Mereka dilatih berdakwah menghadapi masyarakat yang heterogen, demikian pula saat berhadapan dengan berbagai masalah-masalah yang kerap terjadi di medan dakwah.
Selain itu, para santri mendapat pelatihan manajemen Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ). Dengan pelatihan itu, mereka diharapkan mampu membawa perubahan di daerah tempat pengabdian.
Tahun ini, AQC memberangkatkan 15 santri pengabdian ke lima daerah, yakni Halmahera, Palu di Sulawesi Tengah, Lombok di Nusa Tenggara Barat, Kuningan di Jawa Barat, dan Lampung Sumatera Selatan.
“Pelepasan ini adalah sebuah perjalanan fisabilillah untuk membangun sebuah peradaban Islam, lakukanlah dengan hati yang ikhlas karena Allah ta’ala,” kata KH. Bachtiar Nasir saat melepas santri pengabdian.
Pelepasan ini dipimpin langsung KH. Bachtiar Nasir dan dihadiri oleh semua jajaran lembaga Yayasan Pusat Peradaban Islam.
(jqf)