LANGIT7.ID-
Abdulmalik al-Qosim dalam kitab "
Risalat 'iilaa 'ahl earfat wamuzdalifat waminaa" mengatakan menunaikan
ibadah haji adalah salah satu rukun Islam. Ibadah haji merupakan amal yang paling agung setelah iman dan jihad. Ia merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, yang menghapus dosa-dosa sebelumnya.
Bergembiralah pada hari yang penuh perjuangan dan diampuninya kesalahan. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka daripada hari Arafah.” [Hadits riwayat Muslim]
Abdulmalik al-Qosim mengingatkan hal-hal yang tidak boleh luput dari ingatan jemaah haji antara lain:
Pada waktu dan tempat seperti ini adalah kesempatan untuk bertobat kepada Allah Azza wa Jalla, dan introspeksi diri atas apa yang telah dilalaikan. Membelenggu diri dengan belenggu kembali kepada Allah dan memperbanyak air mata penyesalan dan tobat.
"Cukup sudah catatan amal yang penuh dengan dosa dan kesalahan. Cukup sudah umur yang tersiakan serta apa saja yang telah diperbuat dari kelalaian dan kealpaan," kata Al-Qosam.
Baca juga: Resmi! Arab Saudi Umumkan Tanggal Idul Adha 2025 dan Jadwal Haji Lengkap Allah Azza wa Jalla berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” [al-Hasyr/59:18]
Ibnu Katsir berkata menafsiri ayat ini, “Maksudnya adalah hitunglah diri kalian sebelum kalian dihitung. Dan lihat apa yang telah kalian upayakan untuk diri kalian dari amal-amal shaleh di hari pembalasan dan dihadapkan kepada Tuhan kalian.”
Malik bin Dinar berkata: “Allah merahmati seorang hamba yang berkata kepada jiwanya, ‘Bukankah engkau pelaku perbuatan demikian?!’ Lalu ia membelenggu jiwanya dan menjadikannya tunduk kepada Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penuntun hidupnya.”
Jangan Sia-siakan Waktu yang BerhargaHal yang perlu diingat lagi adalah bahwa engkau telah meninggalkan keluarga, rumah, harta, dan anak-anak demi mengharap apa yang ada di sisi Allah. Maka jangan sia-siakan waktu yang berharga ini. Jauhkan dirimu dari banyak bergaul dan banyak bicara.
Fokuskan perhatian pada urusan akhiratmu. Rasakanlah pengawasan Allah yang Mahamemperhatikan dan keagungan-Nya sebagai Tuhan yang Mahaperkasa.
Baca juga: Deretan Artis Pergi Haji di Tahun 2025, Ruben Onsu hingga Shireen Sungkar Selanjutnya, jadikan sabar sebagai syi’ar dan pilihan hidup. Hiasilah dirimu dengannya dan jagalah kesabaran itu. Ketahuilah bahwa engkau sedang melaksanakan ibadah yang agung, yang penuh tantangan: kesulitan, kelelahan, keterbatasan bekal, sempitnya kendaraan, kemacetan, dan jauhnya perjalanan. Maka janganlah berkeluh kesah atau menyakiti sesama jamaah. Bersikaplah lemah lembut dan tenang.
Dari Jabir bin Abdullah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika mendengar suara gaduh dan onta-onta yang dipacu: “Wahai manusia, tenanglah, sesungguhnya kebaikan bukanlah dengan tergesa-gesa.” (Mutafaqun Alaih)
Beliau juga bersabda: “Wahai manusia, tenanglah, tenanglah. (HR. Muslim)
Umar bin Abdul Aziz dalam salah satu khutbahnya di Arafah berkata: “Bukanlah sang pemenang itu yang memacu onta dan kudanya dengan cepat, tetapi pemenang adalah dia yang mendapatkan ampunan dari Allah.”
Baca juga: Adab Haji dan Umrah: Berdoa Keluar Rumah dan Doa Safar(mif)