LANGIT7.ID-Jakarta; Honda masih menjaga daya saing Brio di pasar city car dengan cara yang lebih halus—yaitu melalui penyegaran fitur yang menyesuaikan kebutuhan konsumen masa kini. Tanpa banyak gembar-gembor, pembaruan terus dilakukan dari sisi tampilan hingga teknologi interior.
Salah satu contohnya adalah perubahan pada sistem audio, yang kini mulai meninggalkan tombol manual dan digantikan dengan tampilan digital.
“Yang penting konsumen itu menerima, misal teknologi makin canggih, kita harus ikuti itu. Dulu biasa pakai manual tombol audionya, sekarang pakai display,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/5/2025).
Selain itu, Honda juga membuka kemungkinan untuk memperluas akses fitur Android Auto dan Apple CarPlay ke varian yang lebih rendah seperti Brio Satya. Saat ini, fitur tersebut hanya tersedia di varian atas.
“Bisa jadi ya, karena teknologi selalu berubah dan kita harus ikuti. Generasi muda selalu ke arah sana,” jelas Billy.
Pembaruan-pembaruan tersebut memang bersifat minor, namun tetap dianggap penting sebagai bentuk adaptasi terhadap permintaan pasar yang dinamis.
“Pada dasarnya (pengembangan) suatu produk itu tergantung dari permintaan dan keinginan,” tambahnya.
Menariknya, di tengah tren peluncuran model baru oleh kompetitor, Brio tetap dipasarkan dalam wujud generasi kedua yang pertama kali meluncur pada 2018. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi kapan generasi ketiga akan hadir.
Meski sudah memasuki tahun ketujuh sejak debutnya, Brio dinilai masih cukup kompetitif di segmennya. Penyegaran yang dilakukan Honda—meski tidak besar—masih mampu menjaga minat konsumen terhadap model ini.
Sejumlah elemen desain seperti gril dan pelek sempat diperbarui dalam beberapa kali kesempatan. Namun, dari sisi platform maupun desain utama, Brio belum mengalami transformasi besar yang biasanya terjadi saat pergantian generasi.
Strategi ini seolah menunjukkan bahwa Honda lebih fokus pada keberlangsungan model lewat penyesuaian teknologi secara bertahap ketimbang sekadar menghadirkan generasi baru.
(lam)