LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pemerintah
Arab Saudi secara resmi menutup proses penerbitan visa haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi, termasuk
visa Furoda sejak 27 Mei 2025.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (
DPP AMPHURI), Firman M Nur, mengonfirmasi hal tersebut.
"Diperoleh jawaban lisan dan tertulis bahwa proses penerbitan visa sudah resmi ditutup oleh otoritas Arab Saudi sejak 27 Mei 2025," kata Firman M Nur dalam pernyataannya yang diunggah di situs AMPHURI, dikutip Ahad (1/6/2025).
Baca juga: Jemaah Haji Furoda Gagal Berangkat, DPR Didesak Segera BertindakFirman mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan konfirmasi langsung AMPHURI ke sistem elektronik Masar Nusuk.
Selain itu, tambah Firman, AMPHURI juga mendatangi berbagai lembaga terkait seperti
Kementerian Haji dan Umrah di Makkah, Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, dan berkoordinasi dengan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Kementerian Agama.Sebelumnya, Firman mengungkapkan bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi dipastikan tidak mengeluarkan visa haji furoda pada musim haji 1446 H/2025 M.
Keputusan ini menjadi kali pertama setelah sekian lama sistem visa haji furoda diberlakukan.
Alasan Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Haji Furoda Sekjen DPP AMPHURI, Zaky Zakaria Anshari mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari otoritas pemerintah Saudi yang berwenang penuh atas penyelenggaraan
ibadah haji, termasuk dalam pemberian visa nonkuota seperti furoda.
Baca juga: Jemaah Furoda Diusir dari Makkah, DPR Sorot Modus Selundupan dan Dorong Revisi UU HajiZaky menilai, langkah ini merupakan bagian dari upaya Saudi melakukan transformasi besar dalam sistem haji mereka.
"Transformasi ini bertujuan untuk menciptakan penyelenggaraan haji yang lebih tertib, aman, dan nyaman. Saudi tidak ingin kejadian tahun lalu terulang, di mana ribuan Jamaah dilaporkan meninggal dunia di Mina akibat cuaca panas ekstrem dan keterbatasan fasilitas, termasuk tenda," jelas Zaky seperti dikutip di laman AMPHURI.
Alasn ini, lanjut Zaky, yang mungkin di antaranya menghilangkan visa haji furoda. Zaky beranggapan Saudi ingin menghindari kejadi tahun lalu, di mana 85 persen jamaah wafat adalah yang nonprosedural.
"Nah mungkin Saudi tidak ingin mengulang kejadian tahun lalu. Mereka mulai menyesuaikan jumlah jamaah dengan kapasitas, khususnya kapasitas Mina yang sangat terbatas,” ungkap Zaky.
Baca juga: Menag Sebut Penerbitan Visa Furoda di Luar Kewenangan, Arab Saudi Tidak Akan Keluarkan Tahun Ini(est)