LANGIT7.ID, Jakarta - Brunei Darussalam dikenal sebagai negara kecil yang kaya minyak. Tak banyak orang yang mengetahui jika Brunai Darussalam juga menyimpan destinasi wisata halal yang layak untuk dikunjungi.
Brunei Darussalam menganut sistem kerajaan dengan mayoritas penduduknya muslim. Jadi soal kuliner dan fasilitas-fasilitas ibadah di tempat-tempat wisata banyak tersedia dan banyak yang bersertifikasi halal.
Dari Indonesia ke Brunei tidak perlu membutuhkan izin visa, karena Brunei termasuk dalam 185 negara yang bebas visa.
Meski negara ini berbatasan langsung dengan Indonesia, untuk ke Brunei tidak murah. Jika lewat angkutan udara, paling tidak membutuhkan uang Rp3,8 juta dari Cengkareng ke Brunei Darussalam.
Tarif hotel di Brunei beragam tetapi biasanya di atas 100USD per malam atau sekitar Rp1,5 juta. Jika ingin tarif lebih murah bisa menginap di budget hotel dengan tarif sekitar 50-70 USD. Dan ini belum termasuk sewa mobil yang mencapai 50USD per hari.
Wisata di BruneiMasjid Sultan Omar Ali SaifuddinUntuk menuju Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin sangatlah mudah. Apalagi jika menginap di Radison Hotel Brunei Darussalam karena jaraknya tak kurang 600 meter dari hotel. Masjid Sultan dibangun oleh Sultan ke 28 di tahun 1958, sejak dibangun sudah menjadi acuan jamaah muslim untuk travelling dan beribadah. Sebab, arsitektur masjid sangat masyhur dengan gaya Mughal dan Malay. Selain itu, Anda bisa melihat pemandangan Bandar Seri Begawan yang megah.
The Nasional SquareAlun-alun nasional jaraknya tidak jauh dari Masjid Sultan Omar Brunei. Tempatnya sangat menarik untuk berkumpul atau hanya sekedar jalan-jalan menikmati pemandangan Kota Brunei.
RipasBridgeRipasBridge sering dikunjungi untuk berfoto dan melihat pemandangan sungai. Dekat sini kita akan ditawari untuk naik perahu, berkeliling sungai di Brunei Darussalam.
Jong BatuJong Batu dekat dengan RipasBridge, patut untuk dikunjungi ketika seharian di Brunei.Jong Batu merupakan singkapan batu yang terletak di Sungai Brunei . Bentuknya jika dilihat dari tepi Sungai Brunei, bentuknya menyerupai kapal yang tenggelam, dengan haluan mencuat dari air. Dalam cerita rakyat Brunei , legenda Nakhoda Manis (secara harfiah berarti "Kapten Manis" dalam bahasa Melayu ) menceritakan tentang bagaimana seorang putra yang tidak berbakti diubah menjadi singkapan batu yang dikenal sebagai Jong Batu. Jong Batu ini mirip cerita rakyat Sumatera Barat, Malin Kundang.
Kampong AyerKampung Ayer merupakan perkampungan di atas air di Brunei Darussalam. Kampung Ayer yang bermakna desa air merupakan sebuah permukiman di atas air yang dihuni sekitar 30 ribu orang.
Dengan sejarahnya yang sudah tua, kira-kira 1.500 tahun, kampung ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Shah tahun 1363-1402. Kampung terapung ini menjadi kebanggaan rakyat Brunei Darussalam.
Ulu Temburong National ParkTaman Nasional Ulu Temburong adalah taman nasional pertama yang didirikan di Brunei, dilindungi sejak tahun 1991. Taman ini berada di Distrik Temburong di timur Brunei, dan mencakup sekitar 40% distrik di selatan seluas 550 kilometer persegi.
(sof)