Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

KH Imam Yahya Mahrus, Rektor dan Pendiri Ponpes di Lirboyo Sahabat Kuli dan Santri

Muhajirin Jum'at, 01 Oktober 2021 - 13:32 WIB
KH Imam Yahya Mahrus, Rektor dan Pendiri Ponpes di Lirboyo Sahabat Kuli dan Santri
KH Iman Yahya Mahrus tak sungkan turun mencabuti rumput bersama para santri (foto: elmahrusy.media)
LANGIT7.ID, Kediri - Yai Imam, begitu sapaan akrab KH Imam Yahya Mahrus. Ia dikenal sebagai sosok ulama yang rendah hati, tidak jaim alias jaga image atau gengsi, dan akrab dengan berbagai kalangan.

Yai Imam juga dikenal sebagai tokoh besar yang menguasai dua bidang sekaligus, dunia pesantren dan dunia kampus. Ia merupakan pendiri Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah, salah satu pondok unit Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Baca Juga: Mengenal Pesantren-Pesantren di Lingkungan Lirboyo (1)

Pria kelahiran 1 Agustus 1949 itu juga pernah mengemban amanah sebagai Rektor Institut Agama Islam Tribakti Kediri, kampus pelopor Perguruan tinggi di pesantren yang didirikan oleh ayahandanya, KH Mahrus Aly. Shalih spiritual dan shalih intelektual melekat pada diri beliau.

Baca Juga: Sejarah Lirboyo, Dari Kampung Sarang Penyamun Hingga Jadi Pesantren Besar

Tak hanya itu, Yai Imam juga dikenal sebagai kiai yang saleh sosial. Pribadi beliau yang rendah hati, ramah dengan berbagai kalangan, dan tidak jaim dalam bersosial membuat orang yang baru kenal tak menyangka jika beliau adalah tokoh besar.

Saat acara Haul ke-10 KH Imam Yahya Mahrus pada Senin (27/9/2021) diselenggarakan di Aula Pondok Putri HM Al-Mahrusiyah, putri bungsu Yai Imam, Ning Ita Rosyidah (Ning Ochi), menceritakan sosok sang ayah yang mudah bergaul dengan siapapun.

“Ayo Nduk ikut sama abah!” Ajak Yai Imam.

“Mau kemana bah, bade teng pundi?” tanya Ning Ochi.

“Nyari sate di perempatan," jawab beliau.

Ning Ochi lalu menceritakan kronologis cerita tersebut. Suatu ketika ia mencari jajanan di perempatan Lirboyo bersama Yai Imam. Namun diam-diam Yai Imam ternyata tak mengikuti Ning Ochi. Ia pun membeli dan menunggu sang ayah di depan penjual sate.

Sadar Yai Imam tak di tempat, Ning Ochi merasa panik karena ditinggal dipinggir jalan. Setelah menengok kanan-kiri, ia melihat Yai Imam sudah di seberang jalan sambil ngarit (mencari rumput). Ia lalu mendatangi dan menanyakan perihal tindakan Yai Imam tersebut.

“Bah ini satenya sudah,” kata Ning Ochi kepada Yai Imam.

“Oh iya nduk, taruh di sepeda motor saja, ayo cabutin rumput sama abah,’ pinta Yai Imam kepada putri bungsunya itu.

Akhirnya Ning Ochi menemani Yai Imam mencabut rumput di pinggir jalan perempatan Lirboyo. Ia mengaku terkesan dengan tindakan tersebut, lantaran sang ayah tak mengenal gengsi.

“Ayo setelah itu kita kasih rumputnya ke kambing-kambing di belakang,” kata Ning Ochi menjelaskan rumput tersebut bakal dijadikan pakan kambing yang beliau ternak.

Selain itu, Ning Ochi menceritakan perihal Yai Imam yang sangat menyayangi para kuli bangunan. Setiap pagi beliau jalan sendiri sembari membawa jajanan sekedar memberikan sedekah kepada kuli bangunan. Hal itu rutin beliau lakukan.

“Hanya membangun dan membangun tapi tidak pernah menikmati, itu alasan beliau sangat sayang sama pak tukang, jangankan pak tukang yang membangun pondok, di jalan-jalan ada kontraktor ada ini itu, kasihan beliau sama mereka-mereka,” tutur Ning Ochi.

Mengutip laman al mahrusiyah lirboyo, KH Imam Yahya Mahrus merupakan Pendiri Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah (1948-2012).

Setelah melalui gemblengan dan kedisiplinan dari Ayahanda, suatu ketika terdengar sebuah bisikan kepada Yai Imam. “Awakmu sesuk mangkat mondok neng Sarang, ojo ngomong sopo-sopo, ” Dari suara tanpa rupa itu menjadi motivasi bagi Yai Imam dan menjadi misteri bagi Keluarga. Itu karena ia menuju ke Sarang tanpa izin ke orang tua, sehingga sempat membuat orang tua Khawatir.

Di Sarang, Yai Imam menjadi Santri pertama Mbah Moen, hingga Yai Imam menjadi pengurus disana. Setelah Dari Sarang Yai Imam menuju Tanah Haromain, di Tanah suci Mekkah selama dua tahun. Setelah itu lanjut ke Universitas Islam, Madinah.

Sayyid Alwi Al-Maliki, Syaikh Yasin Isa Al-Fadani, Syaikh Muhammad Abduh Al-Yamani adalah beberapa guru beliau selama di Saudi Arabia.

Usai mengembara ke Timur Tengah, Yai Imam lalu kembali ke Lirboyo. Setelah 10 tahun menjalani bahtera rumah tangga dengan Ibu Nyai Hj. Zakiyah, ia mendirikan Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah. Tak hanya mengaji diniyah, di pesantren itu juga menyediakan bangku formal dari PAUD hingga perguruan tinggi.

Baca Juga: Mengenal Pesantren-Pesantren di Lingkungan Lirboyo (2)


sumber: @elmahrusy.media


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)