LANGIT7.ID–Jakarta; PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menunjukkan peran aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pembiayaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Lhokseumawe, Aceh. Proyek ini tidak hanya menyasar pelayanan publik, tetapi juga menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan air yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan menghadirkan sistem air siap minum langsung dari keran, proyek ini ditargetkan mampu menjangkau ribuan rumah tangga di empat kecamatan: Muara Satu, Muara Dua, Blang Mangat, dan Banda Sakti. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kehadiran SPAM Lhokseumawe juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap air tanah—salah satu faktor utama penyebab intrusi air laut dan kerusakan ekosistem.
Sumber air baku berasal dari Cot Trieng, dan lebih dari 27 kilometer pipa utama telah terpasang. Pembangunan infrastruktur ini juga dilengkapi dengan proses uji tekanan (hydrotest), pengerasan ulang jalan, serta penerapan standar keselamatan kerja untuk memastikan operasional yang aman dan andal dalam jangka panjang.
Direktur Utama PT Toya Perdana Lhokseumawe, Cipta Ciputra Harun, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan titik awal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. “Proyek ini tidak hanya menyasar pelayanan publik, tetapi juga menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan air yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan,” kata Cipta dalam keterangannya, dikutip Selasa (17/6/2025).
BCA Syariah menyalurkan pembiayaan investasi senilai Rp318,298 miliar kepada PT Toya Perdana Lhokseumawe melalui akad musyarakah mutanaqisah (MMQ). Penandatanganan perjanjian pembiayaan berlangsung pada Senin di Ciputra World 1, Jakarta, dan dihadiri oleh manajemen dari kedua belah pihak.
“Penyaluran pembiayaan ini merupakan bagian dari komitmen BCA Syariah untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum.
Yuli juga menegaskan bahwa air bersih yang aman dikonsumsi merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, proyek ini sejalan dengan kontribusi BCA Syariah terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 6 terkait akses terhadap air bersih dan sanitasi. Ini juga mencerminkan peran BCA Syariah sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional melalui skema pembiayaan syariah yang produktif, inklusif, dan bertanggung jawab.
Per Maret 2025, total pembiayaan yang telah disalurkan BCA Syariah tercatat sebesar Rp11,0 triliun atau tumbuh 18,0 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp13,5 triliun atau meningkat 25,9 persen yoy. Anak usaha dari PT Bank Central Asia Tbk ini juga mencatatkan total aset sebesar Rp17,1 triliun, tumbuh 19,3 persen yoy.
Proyek SPAM ini menegaskan sinergi antara pembiayaan syariah dan pembangunan infrastruktur hijau yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.
(lam)