Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home masjid detail berita

Seni Menjadi Suami Ajaran Imam Al-Ghazali: Antara Tegas dan Kasih

miftah yusufpati Kamis, 10 Juli 2025 - 16:30 WIB
Seni Menjadi Suami Ajaran Imam Al-Ghazali: Antara Tegas dan Kasih
Pernikahan, pada akhirnya, adalah sekolah panjang untuk belajar tentang bagaimana menyeimbangkan kasih sayang dan ketegasan. Ilustrasi: BFI Finance
LANGIT7.ID-Dalam salah satu hadits, Nabi Muhammad menasihati: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada keluargaku.”

Kalimat itu merangkum sebuah seni tua: menjadi suami bukan hanya soal memberi nafkah atau memberi perintah, tetapi juga soal kesabaran, kelembutan, ketegasan, dan pengendalian diri.

Imam Al-Ghazali dalam Kimia Kebahagiaan memaparkan enam hal penting yang seharusnya dilakukan seorang suami kepada istrinya. Enam hal ini menjelaskan mengapa perkawinan disebut sebagai “separuh agama” karena ia bukan hanya soal ibadah lahiriah, melainkan juga ujian batin yang berat.

Pertama: perlakukan pernikahan sebagai ibadah, bukan sekadar pemuasan nafsu. Nabi menyuruh Abdurrahman bin ‘Auf mengadakan walimah meski hanya dengan seekor kambing, dan beliau sendiri mengadakan pesta pernikahan sederhana dengan hidangan kurma dan gandum. Rebana dan musik dianjurkan untuk memeriahkan pernikahan, sebab manusia adalah mahkota penciptaan, bukan hewan yang bertemu tanpa makna.

Baca juga: Antara Rahmat dan Bahaya di Balik Pernikahan Menurut Imam Al-Ghazali

Kedua: bersabar terhadap tingkah laku istri. Nabi pernah bersabda bahwa orang yang sabar menghadapi gangguan istrinya mendapat pahala sebesar Nabi Ayyub yang sabar menghadapi cobaan. Bahkan di ranjang kematiannya Nabi masih berpesan: “Teruslah berdoa dan perlakukan istri-istrimu dengan baik, karena mereka adalah tawanan-tawananmu.”

Umar bin Khattab sendiri pernah ditegur istrinya di rumah, lalu berkata heran, “Berani sekali kau menjawabku?” Istrinya menjawab ringan: “Penghulu para nabi saja istrinya mendebatnya.” Umar pun tak jadi marah.

Ketiga: beri ruang bagi istrinya untuk bersenang-senang. Nabi pernah berlomba lari dengan ‘Aisyah, menggendongnya supaya bisa menonton tarian Habsy, dan bahkan ikut bercanda. Seorang suami, kata para bijak, sebaiknya pulang dengan senyum, makan apa saja yang ada, dan tidak banyak menuntut. Tapi jangan juga berlebihan sampai kehilangan wibawa: bila istri salah, ia harus ditegur dengan lembut tetapi tegas.

Keempat: jaga pandangan dan perilaku istri dari godaan dan fitnah. Nabi memuji Fatimah karena menjawab bahwa hal terbaik bagi perempuan adalah “tidak bertemu laki-laki asing, dan tidak ditemui laki-laki asing.” Ia bahkan memeluk Fatimah sambil berkata: “Engkau bagian dari hatiku.” Dalam hal ini, kasih sayang harus dibarengi dengan kehati-hatian, jangan sampai jatuh pada cemburu buta atau sikap yang merendahkan.

Baca juga: Petuah Imam Al-Ghazali tentang Pernikahan sebagai Ibadah, Rahmat, dan Jalan Selamat ke Akhirat

Kelima: jangan pelit memberi nafkah. Nabi bersabda: “Satu dinar untuk berjihad, satu dinar untuk menebus budak, satu dinar untuk sedekah, dan satu dinar untuk istri: yang terakhir lebih utama.”

Keenam: jangan makan sesuatu yang lezat sendirian. Jika sudah telanjur, jangan memujinya di depan istri. Lebih baik lagi bila makan bersama, karena rahmat Allah akan turun dan malaikat akan mendoakan pasangan yang makan bersama.

Di antara semua itu, satu hal yang paling ditekankan: segala nafkah dan pemberian kepada istri harus diperoleh dari cara yang halal. Tanpa itu, semua yang tampak mulia bisa runtuh di hadapan Tuhan.

Pernikahan, pada akhirnya, adalah sekolah panjang untuk belajar tentang bagaimana menyeimbangkan kasih sayang dan ketegasan. Sebagaimana sabda Nabi: “Wanita diciptakan seperti tulang rusuk yang bengkok. Jika kau paksa meluruskannya, ia patah. Jika kau biarkan, ia tetap bengkok. Maka perlakukanlah ia dengan penuh kasih sayang.”

Itulah seni tua yang terus dipelajari para suami sepanjang zaman.

Baca juga: Tarian Ekstase yang Ditahan, Teriakan yang Mematikan di Mata Imam Al-Ghazali

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)