LANGIT7.ID–Jakarta; PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas kontribusinya dalam mendukung pemberdayaan koperasi desa melalui pendekatan teknologi dan layanan keuangan syariah. Fokus utama diarahkan pada penguatan digitalisasi dan transformasi koperasi menjadi agen layanan keuangan inklusif bagi masyarakat.
Langkah awal dilakukan dengan penyiapan proyek percontohan dua koperasi Merah Putih di Aceh. Melalui proyek ini, BSI ingin membentuk model koperasi ideal yang memiliki kemampuan usaha produktif, transparan secara keuangan, serta mampu menjadi mitra keuangan masyarakat sekitar.
BSI Agen, sebagai bagian dari strategi tersebut, diposisikan menjadi bisnis utama koperasi desa. Fungsinya bukan hanya sebagai saluran layanan perbankan syariah seperti setor dan tarik tunai, tetapi juga melayani berbagai pembayaran dan transaksi keuangan harian. Agen ini menjadi ujung tombak inklusi keuangan yang ditargetkan menyasar ribuan koperasi yang tersebar di Aceh dan ke depannya diperluas ke provinsi lain.
“BSI siap mendukung program Asta Cita Pemerintah, untuk menggerakkan ekonomi lokal sehingga pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa/kelurahan. Untuk itu, kami ambil peran dari sisi penguatan kapasitas usaha UMKM, Koperasi dan juga dukungan terhadap akses pembiayaan yang sehat dan berkualitas,” ujar Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta dalam keterangannya, Selasa (22/7/2025).
Tak hanya pada sektor transaksi, BSI juga mengembangkan kapasitas pengelolaan koperasi melalui pelatihan khusus di bawah BSI UMKM Center. Materi pelatihan mencakup manajemen usaha, kepemimpinan, hingga pencatatan keuangan. Dengan sistem yang kredibel, koperasi didorong untuk menjaga arus kas yang transparan sebagai dasar kelayakan mendapatkan akses pembiayaan syariah dari BSI.
Perseroan menegaskan bahwa pembiayaan hanya diberikan kepada koperasi yang terbukti memiliki kemampuan usaha yang baik dan telah menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Hal ini sejalan dengan misi memperkuat struktur kelembagaan koperasi sebagai fondasi ekonomi desa.
Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP), BSI juga membuka jalan bagi literasi keuangan syariah agar masyarakat desa bisa lebih sadar dan mandiri dalam mengelola keuangan. Edukasi ini diharapkan menjadi benteng dari ancaman pinjaman online ilegal, jeratan rentenir, maupun praktik utang berantai yang merugikan masyarakat kecil.
Langkah-langkah strategis ini merupakan bentuk nyata komitmen BSI dalam mengangkat potensi ekonomi desa, sekaligus memperkuat jaringan keuangan syariah berbasis komunitas yang berkelanjutan.
(lam)