LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kabar baik untuk para
guru non-ASN dan
guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasalnya, pemerintah resmi menyalurkan bantuan berupa insentif dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada mereka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa guru PAUD menerima BSU sebesar Rp300.000 per bulan selama dua bulan, dan dana yang telah ditransfer mencapai Rp125 miliar.
Sementara itu, sebanyak 341.248 guru honorer juga mendapatkan insentif sebesar Rp300.000 per bulan selama tujuh bulan. Bantuan tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.
"Realisasi transfer insentif guru honorer telah mencapai lebih dari 85%, dengan total anggaran sebesar Rp 716 miliar," jelas Mu'ti kepada awak media di Jakarta, Rabu (6/8) kemarin.
Baca juga: Muhammadiyah Apresiasi Kado Presiden untuk Guru, Berupa Insentif Guru Non-ASN & Bantuan Upah Guru PAUDTidak hanya kepada dua kriteria tersebut, namun pemerintah juga telah mencairkan tunjangan sertifikasi bagi 1.438.029 guru di seluruh Indonesia.
Berbagai bantuan untuk guru tersebut, dijelaskan Abdul Mu'ti merupakan bentuk apresiasi sekaligus
"kado" dari Presiden Prabowo Subianto kepada para guru yang menjadi garda terdepan pendidikan bangsa.
"Dengan kado tersebut, para guru diharapkan makin semangat meningkatkan kinerja dan kompetensi, demi kemajuan pendidikan serta pembentukan karakter dan peradaban bangsa," ujarnya.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah juga menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti,
deep learning (pembelajaran mendalam), koding dan kecerdasan artifisial (AI), bimbingan konseling dan pendidikan profesi guru, serta pelatihan kepemimpinan sekolah.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan Indonesia pada era digital dan kompetitif.
Guru menjadi garda terdepan pendidikan, oleh karena itu menurut Mendikdasmen, "Kado Presiden" ini wujud nyata atas kehadiran negara dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.
"Program-program tersebut merupakan terobosan pemerintah sekaligus kado Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk para guru. Dengan kado ini, para guru sebagai garda terdepan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kompetensi, guna meningkatkan kualitas pembelajaran untuk kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter bangsa," ujar Abdul Mu'ti.
Lebih lanjut Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa tahun ini insentif diberikan bagi 12.500 guru untuk menempuh jenjang pendidikan S-1/D-4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di 112 perguruan tinggi. Dana yang dialokasikan sebesar Rp37,5 miliar.
(lsi)