LANGIT7.ID-Montreal; Sejarah baru ditorehkan di tournamen WTA 1000 National Bank Open di Montreal. Petenis tuan rumah Victoria Mboko yang baru berusia 18 tahun menjadi juara setelah menumbangkan petenis peraih 4 grand slam asal Jepang di final, Naomi Osaka.
Padahal petenis asal Toronto ini bermain dengan cedera pergelangan tangan; namun dengan ketenangan dan kegigihannya akhirnya bisa mengalahkan Naomi Osaka dengan skor 2-6, 6-4, 6-1 pada Kamis di final National Bank Open yang diselenggarakan oleh Rogers. Pertandingan berlangsung di depan penonton yang memadati IGA Stadium.
Mboko menjadi petenis Kanada pertama dalam sejarah yang memenangkan gelar tunggal NBO di Montreal. Dia juga hanya petenis Kanada ketiga sepanjang era terbuka (sejak 1968) yang menjuarai turnamen WTA Tour 1000.
Padahal, setahun lalu, remaja ini masih bermain di turnamen kecil di Kroasia dan kalah di babak pertama dari pemain yang bahkan kini tidak masuk 800 besar dunia.
Minggu ini, Mboko mengalahkan empat juara Grand Slam, termasuk mengalahkan Osaka—pemain empat kali juara Grand Slam—di final. Peringkatnya akan melonjak ke posisi 25 dunia pada Jumat, setelah sebelumnya berada di luar 300 besar di awal 2025 dan peringkat 85 saat memulai turnamen ini.
Mboko, yang kini memiliki rekor 53-9 tahun ini, mendapatkan hadiah Rp12,3 miliar untuk kemenangannya. Sebelum turnamen ini, ia bahkan belum meraih pendapatan Rp6,5 miliar sepanjang 2025. Ini baru penampilan ketujuhnya di babak utama WTA Tour.
![Victoria Mboko Petenis 18 Tahun Juara National Bank Open Montreal Dan Bawa Pulang 12,3Miliar, Naomi Osaka Menangis]()
Ia bermain dengan pergelangan tangan kanan yang dibalut setelah cedera saat terjatuh di set ketiga saat melawan juara Wimbledon 2022, Elena Rybakina, pada Selasa.
Danielle Michaud dari Sportsnet melaporkan--dikutip langit7.id-- bahwa Mboko tetap berada di lokasi turnamen hingga dini hari untuk mendapatkan perawatan. Ia bangun dengan pergelangan tangan yang bengkak dan nyeri, tetapi hasil MRI menunjukkan tidak ada kerusakan struktural, sehingga ia diizinkan bermain.
Seperti malam sebelumnya, Mboko bangkit setelah kalah telak di set pertama.
Setelah tiga kali break di set ketiga (termasuk satu game di mana Osaka yang frustrasi memukul bola ke tribun), Mboko akhirnya mempertahankan servisnya untuk unggul 3-1 dalam game yang menampilkan enam deuce. Ia memenangkannya dengan drop shot indah yang membuat penonton bersorak. Teriakan "Vicky, Vicky, Vicky!" bergema setelah pukulan cantik itu.
Osaka, yang berusaha meraih gelar pertamanya sejak 2021, tak bisa membalas. Sorakan penonton semakin kencang, momentum Mboko terus terbangun hingga ia menutup pertandingan.
Di game terakhir, Mboko secara tak terduga berhasil mengejar bola yang dianggap Osaka sudah memantul dua kali. Skor menjadi 40-30, dan Osaka tidak memenangkan satu poin pun lagi.
Setelah set pertama yang buruk, permainan Mboko membaik. Ia memecahkan servis Osaka di empat game servis pertama set kedua. Namun, saat akan menutup pertandingan, cedera pergelangan tangannya mengganggu. Mboko melakukan tiga double fault dan terus menggerakkan pergelangan tangannya, memudahkan Osaka break. Kecepatan servisnya juga turun drastis.
Servis Mboko semakin lambat di game berikutnya, bahkan mencapai 117 km/jam. Namun, Osaka goyah di groundstroke, dan Mboko memenangkan game serta set setelah lawannya melakukan unforced error, memicu sorak penonton.
Ini hanya final ketiga NBO putri yang diisi dua pemain non-unggulan, dan yang pertama sejak 1979. Ini juga final WTA 1000 pertama sejak format ini diperkenalkan pada 2009 yang menampilkan dua pemain di luar 40 besar.
Seperti di semifinal, Mboko gemetar di awal. Ia melakukan servis kedua terlalu panjang saat Osaka mendapat break point, membuatnya tertinggal 0-2.
Penonton berusaha menyemangatinya dengan teriakan "Allez Vicky!" dan "Let’s go Vicky!". Sekelompok penonton bahkan bersorak "Yeah!" saat Osaka melakukan double fault di game pertama.
Namun, sorakan penonton tidak mengganggu Osaka yang bermain ciamik. Meski Mboko sempat membangkitkan penonton dengan menyelamatkan tiga break point dan memenangkan game servis pertamanya (skor 1-3), Osaka langsung membalas dengan game to love.
Osaka menutup set pertama dengan break keduanya, sementara Mboko kehilangan kendali atas forehand-nya tiga kali, memberikan lawan kemenangan mudah. Osaka mendominasi servis di set pertama (70% first serve in, 73,9% poin first serve dimenangkan).
Sekitar satu jam sebelum final, panitia mengumumkan bahwa pertandingan ini menjadi laga ketiga Mboko yang terjual habis minggu ini. Penonton termasuk atlet bintang Quebec, Lu Dort dan Marie-Philip Poulin.
"Di awal turnamen, kita tidak tahu cerita apa yang akan tercipta. Dan jelas, semuanya tentang Vicky Mboko," kata direktur turnamen NBO Montreal, Valerie Tetreault, sebelum pertandingan.
"Saya rasa seluruh Montreal, Quebec, bahkan seluruh negara, mengikuti turnamen ini dan terinspirasi oleh wanita muda ini, baru 18 tahun, yang terus mengejutkan kita dengan ketenangannya, kedewasaannya, level permainannya… serta keyakinan dirinya."(*/saf/sportsnet)
(lam)