LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Film animasi yang mengangkat tema nasionalisme, "
Merah Putih: One for All" menuai kritikan publik. Film garapan rumah produksi Perfiki Kreasindo ini dinilai asal jadi dengan karakter animasi yang kaku.
Selain menyindir grafis film, warganet juga mengkritik jalan ceritanya yang dinilai terlalu klise.
Baca juga: Jumbo Jadi Film Animasi Terlaris Se-Asia Tenggara Usai Pecahkan Rekor Box Office LokalSebagai informasi, film animasi Merah Putih One for All ini bercerita tentang sekelompok anak dari berbagai latar suku yang berbeda di Indonesia memiliki misi untuk menyelamatkan bendera pusaka Indonesia.
Tak ayal, netizen kemudian membandingkannya dengan
film Jumbo, animasi lokal yang sukses mendulang pujian.
Sutradara Jumbo,
Ryan Andriandhy ternyata ikut nimbrung di keriuhan film animasi Merah Putih: One for All. Lewat akun X miliknya, @Andriandhy, Ryan menuliskan opininya.
Meski tak menunjuk langsung, namun warganet menilai pernyataan Ryan ditujukan untuk film animasi karya Perfiki Kreasindo tersebut.
"Kita upayakan terus yang bagus semampunya. Terus, terus, sampai akhirnya, yang dibuat dengan niat tidak tulus dan cara asal-asalan semakin tersingkirkan dan tidak punya alasan untuk minta didukung," cuit Ryan, dilihat Ahad (10/8/2025).
Baca juga: Dua Alumni PCU Surabaya Punya Andil di Balik Film Animasi Indonesia Jumbo"Memang perlu yang gelap untuk tahu masa depan animasi Indonesia bisa terang," imbuhnya.
Film animasi Merah Putih: One for All dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2025 di seluruh bioskop di Indonesia, menjelang perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia.
(est)