LANGIT7.ID-, - Penantian panjang
komunitas Muslim di Amerika Utara akan hadirnya konten anak yang representatif akhirnya berbuah manis lewat film
Time Hoppers: The Silk Road.
Film ini resmi mengudara di seluruh penjuru
Amerika Serikat dan pemutaran terbatas di
Kanada.
Dilaporkan
Iqra.ca, dikutip Jumat (23/1/2026), film
Time Hoppers: The Silk Road bukan hanya sekadar hiburan, melainkan jawaban atas aspirasi panjang komunitas Muslim yang merindukan media anak-anak yang mampu merefleksikan identitas, sejarah, dan
nilai-nilai luhur Islam secara bermakna.
Baca juga: Rekomendasi Film Islami Inspiratif untuk Hiburan Akhir PekanJika selama ini keluarga Muslim di Amerika Utara harus berkompromi dengan tayangan yang minim nilai
sejarah Islam, Februari ini menjadi titik balik sejarah.
Lewat peluncuran nasional '
Time Hoppers: The Silk Road' di Amerika Serikat dan Kanada, narasi besar tersebut resmi berubah—membawa warisan
sejarah Islam ke
layar lebar dengan penuh kebanggaan.
Peluncuran ini menandai pertama kalinya film
animasi Muslim mencapai distribusi luas dalam skala besar di pasar AS.
Time Hoppers menandai kemajuan signifikan dalam jangkauan pasar, melampaui jejak yang sebelumnya telah dibuka oleh film
Bilal: A New Breed of Hero.
Diproduksi oleh Milo Productions Inc., petualangan CGI 3D ini membawa penonton ke tahun 2050.
Empat jenius muda dari Akademi Aqli, Abdullah, Aysha, Khalid, dan Layla, memulai misi berani untuk menyelamatkan sejarah.
Alur cerita memanas ketika penemuan tak terduga mengirim mereka melintasi waktu, mendarat tepat di jantung Baghdad abad ke-9, di House of Wisdom yang ikonis."
Kunjungan mereka ke masa lalu berubah menjadi misi darurat saat bertemu Fasid, alkemis jahat yang ingin menghapus sejarah intelektual dunia.
Keempat anak tersebut kini harus berpacu dengan waktu di sepanjang Jalur Sutra.
Baca juga: 7 Rekomendasi Film Islami Karya Anak Bangsa, Cocok Ditonton Bareng KeluargaMisi mereka, melindungi para pemikir brilian yang karyanya mendasari ilmu pengetahuan modern, dan dalam prosesnya, bertemu langsung dengan tokoh-tokoh legendaris seperti:
Al-Khawarizmi: Peletak dasar Aljabar.
Maryam al-Asturlabi: Ahli instrumen astronomi yang brilian.
Fatimah al-Fihri: Pendiri universitas pertama di dunia.
Ibn Al-Haytham: Bapak Ilmu Optik.
Mansa Musa: Raja Mali yang legendaris.
Film ini mengubah warisan sejarah dunia Islam yang kompleks menjadi misi perjalanan waktu yang mendebarkan, sehingga mudah dipahami dan disukai generasi baru.
Semangat dalam CeritaFilm berdurasi 85 menit ini adalah wujud nyata dari impian sepuluh tahun silam. Bagi yang mengikuti perkembangannya, Anda mungkin mengenali akar cerita ini dari video gim anak-anak Muslim populer yang menjadi dasar riset film ini.
Baca juga: Ini Rekomendasi 7 Film Islam Turki untuk Tontonan Akhir PekanMateri riset tersebut kini diangkat ke layar lebar dalam sebuah film yang menampilkan suara dari para pemimpin komunitas terkemuka, termasuk Dr. Omar Suleiman, Dalia Mogahed, Omar Regan, dan Ali Ardekani (Baba Ali).
Time Hoppers mengajak anak-anak melakukan perjalanan waktu, menyaksikan langsung kecerdikan para pendahulu kita.
Film ini dirancang khusus untuk membangun rasa percaya diri dan identitas yang kuat pada penonton muda, mengingatkan bahwa mereka adalah pewaris tradisi eksplorasi dan penemuan yang kaya.
(est)