LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam Sidang Tahunan pada Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto mengaitkan tujuan kemerdekaan Indonesia tahun 1945 dengan upaya setiap presiden dalam membangun bangsa. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan sejati berarti rakyat bebas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan, serta negara mampu berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi dengan kedaulatan pangan yang terjamin.
“Negara kita diberi karunia oleh Allah SWT berupa sumber daya alam yang melimpah. Tantangan adalah menjaga dan mengelola kekayaan agar cita-cita kemerdekaan dapat terwujud dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menelusuri peran strategis para pemimpin sebelumnya dalam sejarah Indonesia modern. Menurutnya, Presiden ke-1 Soekarno berhasil membawa Irian Barat masuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Presiden ke-2 Soeharto membangun pondasi ekonomi yang merata, mencapai swasembada pangan, dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
Memasuki era Presiden ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie memperkenalkan teknologi dan mampu menjaga stabilitas ekonomi saat krisis 1998. Kepemimpinan Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid, dikenang karena perannya menjaga keamanan antar suku dan ras di tengah kemajemukan bangsa.
“Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menyelesaikan pemulihan ekonomi akibat krisis moneter, menyelesaikan perusahaan kolaps dan melaksanakan pemilu secara langsung pertama kali dan memperkuat lembaga negara,” ujar Prabowo.
Adapun Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dinilai mampu mengatasi kerawanan ekonomi akibat krisis global 2008 serta menyelesaikan konflik Aceh. Terakhir, Presiden ke-7 Joko Widodo disebut telah membangun infrastruktur penting, memperkuat konektivitas nasional, dan memimpin negara di masa Pandemi Covid-19.
Dengan mengulas perjalanan kepemimpinan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan setiap presiden membawa sumbangsih bagi terwujudnya cita-cita kemerdekaan yang telah diperjuangkan sejak 1945.
(lam)