Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Optimalisasi Zakat dan Wakaf Jadi Kunci Ekonomi Umat, Menag Usulkan Regulator Khusus

tim langit 7 Jum'at, 22 Agustus 2025 - 14:46 WIB
Optimalisasi Zakat dan Wakaf Jadi Kunci Ekonomi Umat, Menag Usulkan Regulator Khusus
Pertemuan Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Kantor Kemenag, Kamis (21/8/2025). Dok: Kemenag
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan perlunya pengelolaan serius terhadap zakat dan wakaf karena keduanya memiliki daya ungkit yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pesan itu ia sampaikan ketika menerima kunjungan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Kantor Kementerian Agama Pusat, Kamis (21/8).

Menag menilai ajaran Islam telah menyediakan berbagai instrumen pembiayaan sosial yang dapat dimaksimalkan, mulai dari zakat, wakaf, hingga sedekah. “Contohnya Zakat, dapat menjadi sumber pembiayaan yang sangat penting. Kalau semua potensi zakat diberikan kepada masyarakat luas, dampaknya akan luar biasa. Yang kalau bisa dihimpun dengan benar nilainya bahkan bisa melebihi Singapura,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).

Ia juga menyoroti kondisi aset wakaf di Indonesia yang masih banyak belum produktif. Nasaruddin mencontohkan aset pesantren yang belum bersertifikat sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara ekonomi. “Padahal kalau disertifikatkan, bisa diagunkan, diakses untuk pinjaman, dan diproduktifkan. Pesantren kita sering takut untuk meminjam, sehingga aset tidak bergerak dan akhirnya tidak produktif," ucap Menag.

Menurutnya, Indonesia sebaiknya memiliki lembaga pengawas khusus, semacam OJK versi zakat dan wakaf, guna memperkuat tata kelola dana umat. Ia membandingkan dengan Malaysia, di mana zakat sudah terintegrasi dengan sistem perpajakan. “Di sana, zakat menjadi faktor pengurang pajak. Sedangkan di Indonesia, sudah bayar zakat tetap harus bayar pajak. Inilah yang membuat efektivitasnya kurang,” tegasnya.

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi ide tersebut dan menegaskan kesiapan Sumatera Barat untuk menjadi laboratorium penerapan pengelolaan zakat dan wakaf. “Pada dasarnya kita siap dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat ini, karema itu kita berencana menggelar konferensi zakat internasional yang menghadirkan narasumber dari berbagai negara seperti Qatar, Maroko dll," ucapnya.

Ia menambahkan, model pengelolaan zakat di negara lain dapat dijadikan acuan, termasuk di Qatar. “Kalau di Qatar ada Qatar Foundation yang saya rasa dlaam pengelolaan zakat sangat baik dan mampu memberi manfaat besar bagi masyarakatnya,” lanjut Mahyeldi.

Sekretaris Jenderal Kemenag sekaligus Ketua Badan Wakaf Indonesia, Kamaruddin Amin, juga menyoroti inisiatif dari Sumatera Barat. Ia menyebut daerah tersebut telah menjalankan sejumlah program yang bisa dijadikan contoh, mulai dari sertifikasi tanah wakaf, gerakan wakaf di sekolah, hingga proyek percontohan “Kota Wakaf”.

“Bahkan siswa-siswi diajak berwakaf sejak kecil, meski hanya Rp10.000. Ada juga program Wakaf Goes to Campus dan Wakaf Goes to Pesantren agar generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga berpartisipasi sebagai wakif,” ucapnya.

Kamaruddin pun menyinggung keberhasilan wakaf produktif, salah satunya pembangunan rumah sakit mata di Seram yang melayani ribuan warga. Ke depan, menurutnya, Kemenag bersama BWI akan melibatkan lembaga keuangan nasional maupun internasional dalam memperkuat ekosistem zakat dan wakaf. “Kalau semua potensi ini dioptimalkan, Indonesia bisa menjadi contoh dunia dalam pengelolaan dana umat,” pungkasnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)