LANGIT7.ID-Jakarta; Perubahan besar terjadi di tubuh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Melalui hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Mei 2025, Anggoro Eko Cahyo ditetapkan sebagai Direktur Utama, sementara Muhadjir Effendy dipercaya menduduki posisi Komisaris Utama. Keputusan tersebut kemudian memperoleh restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat surat resmi yang diterima perseroan pada 29 Agustus 2025.
Manajemen menyampaikan bahwa persetujuan regulator ini berlaku efektif mulai 1 September 2025. Informasi mengenai perubahan susunan pengurus itu juga disampaikan kepada publik melalui laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
"PT Bank Syariah Indonesia Tbk telah menerima keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat nomor SR354/PB.02/2025 tanggal 29 Agustus 2025 perihal Keputusan atas Pengangkatan Pengurus PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Adapun Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK menerangkan bahwa OJK menyetujui: Muhadjir Effendy sebagai Komisaris Utama; Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama," tulis Manajemen BSI, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Selasa (2/9/2025).
BSI menegaskan, penunjukan kedua tokoh tersebut tidak memengaruhi operasional maupun keberlangsungan usaha perseroan. Pergantian ini lebih merupakan langkah penyegaran kepemimpinan sesuai dinamika hasil RUPS.
Sebelum ditunjuk menakhodai BSI, Anggoro dikenal publik sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan sejak Februari 2021. Kariernya kemudian berlanjut di sektor perbankan syariah setelah Hery Gunardi, pejabat sebelumnya, dialihkan untuk memimpin BRI menggantikan Sunarso melalui keputusan RUPST BRI pada 24 Maret 2025 di Menara BRILian, Jakarta.
Struktur Komisaris dan Direksi TerbaruDengan masuknya Anggoro dan Muhadjir, formasi manajemen BSI kini semakin lengkap. Berikut susunannya sebagaimana disahkan RUPS 16 Mei 2025:
Dewan Komisaris terdiri dari Muhadjir Effendy sebagai Komisaris Utama, didampingi Felicitas Tellulembang sebagai Komisaris Independen. Selain itu terdapat Meidy Firmansyah, Mochammad Agus Rofiudin, dan Kamaruddin Amin. Posisi komisaris independen lainnya diisi oleh Nizar Ahmad Saputra, Muhammad Syafii Antonio, serta Addin Jauharuddin.
Dewan Direksi dipimpin Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama. Ia berpasangan dengan Bob Tyasika Ananta yang menjabat Wakil Direktur Utama. Posisi Direktur Retail Banking dipegang Kemas Erwan Husainy, sementara Direktur Information Technology dijabat Muharto. Ade Cahyo Nugroho dipercaya sebagai Direktur Finance and Strategy, diikuti Anton Sukarna di kursi Direktur Sales and Distribution. Lalu ada Arief Adhi Sanjaya sebagai Direktur Compliance and Human Capital, Gradhis Helmi Harumansyah pada posisi Direktur Risk Management, Zaidan Novari untuk Direktur Wholesales Transaction Banking, dan Firman Nugraha sebagai Direktur Treasury and International Banking.
Dengan komposisi tersebut, BSI kini memasuki periode kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat peran bank syariah terbesar di Indonesia dalam ekosistem keuangan nasional.
(lam)